PERANG

29 04 2001

Pagi ini saya membaca kompas 29/4/01 , tentang pengakuan seorang
senator yang mantan letnan pada perang vietnam, yang mengakui
menyesal telah membunuhi wanita dan anak2 serta orang tua waktu
perang vietnam,
Katanya dia itu hanya menuruti perintah perang dari atasannya.

Saya jadi berpikir, apakah kita hidup di dunia itu hanya untuk
membunuh? Atau hanya menuruti kehendak atasan demi negara? Sungguh
sangat ironis sekali kalau kita menganggap seorang atasan itu seperti
tuhan yang perintahnya harus kita turuti walaupun kita itu harus
membunuhi orang2 yang tak bersalah hanya karena mereka berbeda
ideologi dengan kita. Itu merupakan alasan yang benar benar tidak
masuk akal sama sekali.

Dan saya juga jadi bertanya tanya, saya sendiri ini menganut ideologi
apa ya? Dan mungkin saya akan menemukan jawabannya yaitu “hati
nurani”

Dalam hati nurani, kita diberikan pelajaran kalau engkau menyakiti
orang lain maka engkau juga menyakiti diri sendiri, jangan sampai
engkau menyesal karena pada akhirnya pikiran2 tentang apa yang telah
kamu lakukan senantiasa membayangi pikiranmu pada saat engkau
meninggal.

Dalam hati nurani, kita mendapatkan kedamaian, rasa syukur pada
pencipta dan kerukunan antar umat manusia tanpa memandang kulit dan
cara pendang mereka.
hati nurani melampaui kata-kata dan ajaran agama serta senantiasa
memberitahu kita mana perbuatan yang salah dan mana perbuatan yang
benar.

Senantiasa bercermin dari sejarah, senantiasa berdoa dan bekerja
untuk hari esok yang lebih baik, demi peradaban manusia yang maju dan
berkembang.
Bekerja dan bekerja, walaupun kecilnya pekerjaan yang kita buat,
namun itu bagaikan puzzle untuk membentuk peradaban yang baru,
peradaban manusia yang lebih maju dengan dilandaskan oleh cinta kasih
bukan dengan perang. Karena kekerasan dan nafsu menguasai tidak akan
pernah menyelesaikan masalah.

Jadikan hati nurani sebagai pola pikir kita untuk bertindak, maka
kita tidak akan membeda bedakan , dan kita senantiasa menyukuri dan
menghargai segala macam bentuk kehidupan.

Sedikit pencerahan dari neraka

Chimera
29/04/01





Sang pohon dan sebatang rumput

27 04 2001

Pada suatu waktu ketika aku berjalan di padang rumput yang luas
aku mendengar percakapan antara sang pohon dan sebatang rumput.

“lihatlah, aku tumbuh besar dan kuat, daun daunku menggapai angkasa ,
badanku ibarat tiang yang kokoh, akarku besar dan kuat, aku kira aku
bisa senantiasa hidup dibandingkan dengan umurmu yang pendek, wahai
sebatang rumput” kata sang pohon.

Kata sebatang rumput :“yah,aku memang hanya sebatang rumput yang
lemah dan aku hidup di bawah badanmu, wahai sang pohon, daun daunku
hanyalah setinggi akarmu, dan aku sering berbagi air denganmu
Tapi alam memberiku akar yang menghujam bumi dengan semangat, aku
mengisap air pemberian tuhan dengan rasa bersyukur! dan dengan daun
daunku aku memberi makan binatang binatang dengan penuh rasa syukur
dan cinta kasih! walaupun aku hidup dengan segala keterbatasanku,
aku senantiasa berterima kasih karena aku masih bisa memberi kepada
sesama.”

Aku tersenyum mendengar percakapan mereka, lalu aku pun pergi dan
meninggalkan mereka ditengah padang rumput yang luas.

Nb: buat seseorang ! :)

Sedikit pencerahan dari neraka

Chimera
270401