Kekuasaan

26 07 2001

Suatu ketika, aku berjalan dan melihat satu orang gila sedang
berusaha meminum air disebuah telaga yang jernih.. dan disaksikan
oleh orang tua yang berada disekitar telaga itu.

Lalu aku bertanya kepada orang tua itu mengapa orang gila itu
berusaha meminum habis air di telaga itu.orang tua itu menjawab,
“dahulu, ia adalah seorang raja yang menguasai negara ini, karena ia
salah dalam menggunakan kekuasaannya ia pun dikhianati dan
digulingkan oleh teman temannya yang dahulu pernah bersekutu
dengannya”
“lalu, mengapa ia berusaha meminum air ditelaga itu?” lalu jawab
orang tua itu ,” begitu ia digulingkan oleh teman temannya, ia hanya
disisakan tanah disekitar telaga itu, dan air ditelaga itu diberikan
padanya untuk bertahan hidup, namun sayang, ia masih mengira telaga
itu adalah miliknya dan berusaha meminumnya.”

Lalu orang tua itu meneruskan perkataanya, “sungguh kasihan, ia masih
tak tahu bahwa kekuasaanya dahulu bagaikan air yang berusaha ia ambil
dengan tangannya sendiri tetapi air itu akan perlahan2 keluar dari
sela sela tangannya . Dan begitu ia berusaha meminum semuanya, ia
akan mati kekenyangan sebelum ia meminum habis air ditelaga itu, ah
sungguh kasihan orang itu!”

Aku hanya tersenyum, dan meninggalkan orang gila dan orang tua itu
untuk meneruskan perjalananku.

Nb: semua laksana angin… kosong adanya

Sedikit pencerahan dari neraka

Chimera
26/07/2001





Mencari keadilan dan kebenaran.

5 07 2001

Ada seseorang yang berkunjung ke sebuah pasar, dimana ia melihat ada
sebuah toko yang menjual apa saja yang menjadi kenginannya.

Lalu ia mendekati toko itu dan menanyakan perihal kebenaran dari toko
itu.

“apakah benar toko ini menjual apa saja yang menjadi kenginan saya?”
tanyanya.

Lalu sang penjual menjawab, “benar tapi kamu harus barter untuk
membeli apa saja keinginan kamu itu”

“baik, sekarang saya akan membeli sebuah keadilan dan kebenaran, dan
ini akan saya bagikan untuk teman2 saya, keluarga saya, dan semua
masyarakat di kota ini, bagaimana?”

“boleh, tapi kamu harus kehilangan rasa keamanan dan kenyamanan kamu
secara pribadi seumur hidup, dan kamu harus kehilangan waktu kamu
untuk orang2 dekat kamu maupun kamu sendiri demi membeli kedua barang
ini, setuju?” tanya penjual toko itu.

Lalu, orang itu berpikir lama, dan langsung meninggalkan toko itu…

Note: tidaklah gampang untuk kita mengorbankan waktu dan kenyamanan
diri kita demi kebahagiaan orang lain…
Butuh semangat dan rasa kebahagiaan dari dalam diri kita untuk
senantiasa melakukannya.

Sedikit pencerahan dari neraka,

Chimera
05/07/2001