Ramah, sederhana dan bersahaja, demikianlah gambaran yang saya temui
pada Dr. hartojo wignjowojoto yang sudah berbaik hati menyatakan
kesediaanya sebagai pembicara pada seminar tentang pertanian tanggal
10 november kemarin, malah diusianya yang sudah 65 tahun, ia masih
tetap pada kebiasaannya yang dulu yaitu datang selalu tepat waktu,
“pemuda sekarang seharusnya belajar pada generasi terdahulu mengenai
waktu!” tegasnya, sampai sampai saya yang mewakili panitia merasa
malu padanya, dan ia dengan salah satu koleganya yaitu Bpk. Ir
pribadyo sosroatmojo yang merupakan alumni dari fakultas pertanian
dan kehutanan universitas gajah mada yogyakarta juga menyatakan bahwa
seharusnya pendidikan indonesia mencontoh dari program pendidikan
jepang yang disiplin dan lebih menghargai waktu.
Gaya bahasanya blak blakan, bahkan saking blak blakannya ia membuat
joke bahwa tanah indonesia ini terlalu sempurna, “lempar biji mangga
tumbuh mangga, lempar biji apel tumbuh apel” katanya dengan mimik
muka jenaka. bahkan tuhan yang menciptakan alam indonesia saja
bingung, “dan untuk menciptakan keseimbangan dalam alam maka tuhan
menciptakan manusia indonesia yang tidak sempurna”
Candanya disambut tawa riuh dari peserta seminar.
“Manusia indonesia itu terlalu fleksibel” katanya, “dahulu, tahun 60
an indonesia merupakan negara komunis, sekarang indonesia merupakan
negara islam terbesar, dan bukan tidak mungkin kalau 20 tahun lagi
indonesia menjadi negara buddha terbesar!”candanya lagi.
Ketika ditanya apakah teorinya tentang kurs 1 dollar = 1000 rupiah
itu masih berlaku? Ia dengan santai menjawab “tentu saja!”, dan
ketika ditanya lebih lanjut oleh moderator Sdr. Isyanto, ia
memberikan argumen bahwa negara singapura yang notabene lebih kecil
saja bisa bertahan dari krisis, dan ini disebabkan oleh cadangan
devisanya yang mencapai 500 milyar dollar yang notabene adalah dana
dari indonesia yang dilarikan ke singapura. Dan apabila candangan
devisa dari indonesia ini bisa balik lagi ke indonesia, maka kurs
rupiah akan menguat, sehingga teori 1 dollar = 1000 rupiah akan bisa
menjadi kenyataan.
Lalu ia pun menerangkan bahwa pentingnya pendidikan agama dan moral
bagi bangsa indonesia saat ini, dan ia menyatakan bahwa seharusnya
agama buddha bisa memberikan kontribusi bagi indonesia karena para
penganut buddha mempunyai keistimewaan dalam perenungan (meditasi),
dan inilah yang diperlukan untuk keluar dari krisis. Dan tentunya ia
juga memberikan penghargaan kepada HIKMAHBUDHI bahwa ternyata
mahasiswa yang beragama buddha masih perduli kepada persoalan bangsa
ini terutama tentang pertanian.
“saya sudah biasa disebut dengan julukan orang gila malah julukan
julukan itu bertimbun”katanya sambil tertawa, “sampai sampai pernah
disuatu seminar saya dilempar telor, bahkan isteri saya sendiri pun
komplain!”
baginya pencarian manusia itu terletak pada kebenaran, bukan pada
pembenaran diri, karena pembenaran diri merupakan sebuah prinsip yang
menentang alam.
Sekitar 1 ½ jam ia berbicara, akhirnya ia pun minta diri karena ia
ada jadwal untuk berbicara di seminar di sebuah hotel berbintang.
Setelah melihat dengan langsung, ia semakin memperkuat pendapat saya
bahwa ternyata orang orang “tidak waras” lah yang memberikan
kontribusi bagi bangsa ini, dan kehadirannya begitu memberikan
motivasi bagi saya secara pribadi maupun teman2 yang lainnya.
Sedikit pencerahan dari neraka
Chimera
14/11/2001
Recent Comments