A Letter from a Friend (2)

16 05 2002

dear chimera

surat ini adalah surat kedua yang saya tuliskan untuk anda
ditengah2 kegundahan hati yang melanda kehidupan setelah
peristiwa WCT.

disamping ucapan bela sungkawa karena terpilihnya anda untuuk
menduduki kursi pimpinan PC jakarta, saya juga hendak memberikan
dukungan kepada anda. sekalipun saya tidak memiliki kapasitas
yang memadai dalam berorganisasi, namun saya berharap saya dapat
memberikan bantuan saya yang terbaik untuk melaksanakan
program2 yang akan anda jalankan. saya akan belajar bagaimana
menjadi anak buah yang baik.setiap orang belajar untuk menjadi
pemimpin yang baik namun tidak banyak yang sudi belajar untuk
menjadi bawahan yang baik. namun bukan berarti anda harus
belajar menjadi bawahan yang baik, anda harus belajar menjadi
pemimpin yang baik sesuai dengan keadaan anda saat ini.

harapan terletak dipundak anda saat ini. bagaimana kebijakan
anda dalam rangka memajukan pergerakan sepenuhnya berada
ditangan anda. anda harus benar2 pintar bermain ditengah2
kelicikan para politisi dan pemimpin HB. dan ditengah2 anggota
kapitalis dan penakut.melihat keadaan saudara2 kita itu,
peran dan kapasitas anda amat diperlukan melebihi biasanya.

ditengah2 kegundahan semangat dan kelicikan kehidupan, orang2
seperti anda diharapkan kemunculannya. sekalipun anda akan
mendapati tembok2 keras namun semua itulah seni dari
pergerakan menuju arah yang lebih baik. namun sayangnya
tidak semua anggota HB yang memiliki sikap kontemplatif seperti
yang anda miliki. bahkan beberapa orang melecehkan sikap2
religius ini. mereka mengira bahwa orang2 kontemplatif ini
merupakan tanda2 dari patahnya semangat dan kelemahan mental.
dan orang2 itu lebih menyukai gerakan yang dibuat2 keras,
dan bernuansa efouria.jika saja mereka dapat belatih
dan mengembangakan seni meditasi ini, mereka akan menjadi
sangat malu terhadap diri mereka sendiri.

masih banyak yang harus kita pelajari, dunia ini tak terbatas,
kehidupan ini tak terkirakan, dan nibana tak terkatakan.
adalah sesuatu yang sangat fatal ketika kita merasa sudah
cukup dan merasa telah mengetahui segala hal. sangat
memprihatinkan bila kita menutup pikiran dan diri kita
karena merasa telah banyak memiliki pengetahuan. orang2
besar yang saya kenal selalu mengatakan bahwa ketika ia
tidak mengetahui banyak hal, ia merasa telah mengetahui
banyak hal. dan ketika mereka mengetahui lebih banyak lagi,
mereka menyadari bahwa mereka belum mengetahui apa2.
hal di berlawanan dengan beberapa pemimpin dan tokoh
terkemuka HB. mereka memiliki pengetahuan yang luas
bahkan paling luas dibandingkan dengan yesus sendiri dan
merasa telah cukup besar sehingga tidak pernah lagi
membuka pintu hati mereka untuk sesuatu yang baru. sekalipun
meraka berpura2 membuka hati mereka untuk sesuatu yang
baru, hal itu dikarenakan topeng yang ingin mendapatkan
respect dari orang lain.

cukup memprihatinkan ketika orang2 seperti aput yang maha
pintar dalam berbicara didepan umum namun sangat kering
dalam rasa kontemplatif. bahkan orang2 semacam ini sangat
merendahkan seni intropeksi ini. orang2 yang amat gagah dalam
berdebat seperti alex dan isyanto pun tidak lebih baik dari
seorang aput. bahkan sesuatu yang amat mengetirkan kalbu adalah
ketika seseorang yang memiliki standar moral dan religiusitas
yang kelihatannya melebihi orang lain seperti tamit pun masih
memegang egonya yang mulai mengeras. ketika dengan semena2
menuding kegiatan meditasi sebagai "kegiatan kedekatan" sekalipun
hanya dia sendiri yang mengerti apa maksudnya, namun terlihat
jelas bahwa ia tidak dapat melihat suatu sisi yang lebih halus
dan jauh lebih luas. tamit masih pekat dalam memandang manusia.

karena sebab itulah saya juga berharap bahwa anda tidak akan
memandang manusia. sebab bila anda memandang manusia maka
anda hanya akan menemukan ketidak puasan. karena manusia itu
jauh dari kata sempurna ditambah lagi pikiran kita tidak akan
pernah sempurna. sekalipun seorang yang sempurna bila dipandang
dengan pikiran yang tidak sempurna maka segalanya tidak akan
sempurna.

akhir kata, saya berharap agar semangat spiritual anda tidak
luntur, bahkan sebagai pimpinan anda harus menguatkan semangat
tersebut. jangan menjadi seorang intelektual bodoh yang
merasa diri besar dan pintar sendiri.





Perjalanan

12 05 2002

Setiap hari aku bangun, dan mendapati bahwa aku
bukanlah diriku.

Setiap hari aku berjalan dan mendapati langkah
kakiku mengikuti orang lain.

Setiap hari aku mendengar bahwa suaraku bukan
keluar dari dalam diriku.

Setiap hari melihat dan mendapati bahwa orang orang
tidak kukenal mewarnai kehidupanku.

Setiap hari dalam perjalananku, aku melihat
orang-orang asing memanggilku dari tepi jalanku utuk
mengikuti mereka.

Setiap hati aku mendapati bahwa senyum dan air
mataku bukan keluar dari dalam diriku.

Setiap hari aku belajar dan mengetahui bahwa setiap
masalah yang datang silih berganti menambah
pengalamanku.

Setiap hari aku tidur dengan perasaan takut untuk bangun
dan mengetahui bahwa aku akan bangun dan mendapati
aku bukanlah diriku.

Sedikit pencerahan dari neraka.
Chimera

> 12/05/02

ps. For my birthday. Past, Present and Future.





Dewi dari surga

9 05 2002

Pada saat aku lahir, yang pertama kali aku lihat adalah seorang dewi
yang tersenyum bahagia dan berbisik ditelingaku dengan suara merdu
mengucapkan
Selamat datang, sayangku, semoga engkau kelak menjadi orang yang
berguna.

Lalu aku diberikan air kehidupan oleh dewi itu, asal tahu saja,
setiap dewi
punya air kehidupan, namun dewi ini yang paling rela untuk membagikan
air kehidupannya untukku sambil tersenyum.

Pertama kali aku berbicara, yang aku ucapkan adalah nama dewi itu
“mama, mama” ,
pada saat aku belajar berjalan , sang dewi senantiasa memujiku, dan
membantu aku untuk berjalan dan senantiasa tersenyum untukku.

Aku tumbuh nyaris tanpa cela, maklumlah sang dewi senantiasa
menjagaku selama aku dalam kandungan, dan sang dewi pulalah yang
merawat serta memberiku makanan yang bergizi.

Suatu hari di bulan november, aku merasa sudah cukup umur untuk
meninggalkan sang dewi, sang dewi hanya tersenyum sambil mengucapkan
selamat tinggal dan pesan agar saya menjaga diri baik baik.
Akhirnya saya pun pergi dari surga untuk menuju ke bumi.

Sesampainya di bumi, ternyata kenyataan tidak yang seperti
kubayangkan. Banyak sekali orang yang memandangku seakan berkata
“pergi kau! Pulanglah ke surgamu itu! Kau tak pantas disini!”

Beberapa kali aku jatuh, bangun dan jatuh kembali. Sang dewi
mendengar rintihanku , dia rela turun dari surga ke bumi yang hina
ini hanya untuk membantu aku berdiri dan menghiburku. Kata katanya
yang lembut membuatku berpikir jernih dan membantuku mengatasi
keadaan di bumi ini.

Ketika keadaan menjadi lebih baik, pada saat aku tidur sang dewi
pergi dengan diam diam ke surga, ia menulis pesan kepadaku agar aku
dapat senantiasa tegar menghadapi hidup ini.

Tahun tahun pun berlalu, aku pun bertemu dengan seorang gadis yang
cantik jelita. Lalu kami pun menikah dan hidup kami pun bahagia dan
berkecukupan, kami dikaruniai dua anak yang manis manis,

namun seringkali aku merindukan suasana di surga dahulu, merindukan
senyum sang dewi yang menawan dan suaranya yang merdu. Dan perasaan
itu membuatku merasa ingin kembali pulang ke surga.

Dan tibalah saatnya, aku pun kembali ke surga menengok sang dewi,
Dengan langkah tergesa dan dengan perasaan gembira , aku memasuki
halaman rumahku, sambil berteriak gembira “ aku pulang!”

Namun, apa yang kutemui di rumahku, ada foto sang dewi di depan
altar, tanda sang dewi telah reinkarnasi karena kehidupannya di surga
telah habis.

Tanpa terasa air mata meleleh dari sudut mataku, Aku menangis…
Aku belum sempat mengucapkan selamat tinggal kepada sang dewi, belum
sempat mengucapkan betapa aku sangat sayang kepadanya. Betapa waktu
dan tahun telah aku jalani di bumi tanpa pernah sekalipun mengatakan
seperti apa perasaanku yang paling terdalam yang tidak bisa kuucapkan
dalam kata kata.

Namun semua rasa sesalku pun tak berguna, jiwaku merasa kosong,
kosong tanpa kasih sayang sang dewi kepadaku
Kini yang tersisa hanyalah senyum penuh kasih yang ada pada foto sang
dewi
Seakan berkata “anakku yang tersayang, kau lah yang terbaik dalam
hidupku, kau selalu menjadi kebanggaanku, walaupun engkau terpuruk
keadaan yang paling hina sekalipun, engkau tetaplah anakku , buah
hatiku , bagian dari jiwaku”

NB : Buat para ibu! Kehadiranmu mengisi dunia dengan bunga kasih
sayang dan cinta.

Sedikit pencerahan dari neraka

Chimera