dear chimera
surat ini adalah surat kedua yang saya tuliskan untuk anda
ditengah2 kegundahan hati yang melanda kehidupan setelah
peristiwa WCT.
disamping ucapan bela sungkawa karena terpilihnya anda untuuk
menduduki kursi pimpinan PC jakarta, saya juga hendak memberikan
dukungan kepada anda. sekalipun saya tidak memiliki kapasitas
yang memadai dalam berorganisasi, namun saya berharap saya dapat
memberikan bantuan saya yang terbaik untuk melaksanakan
program2 yang akan anda jalankan. saya akan belajar bagaimana
menjadi anak buah yang baik.setiap orang belajar untuk menjadi
pemimpin yang baik namun tidak banyak yang sudi belajar untuk
menjadi bawahan yang baik. namun bukan berarti anda harus
belajar menjadi bawahan yang baik, anda harus belajar menjadi
pemimpin yang baik sesuai dengan keadaan anda saat ini.
harapan terletak dipundak anda saat ini. bagaimana kebijakan
anda dalam rangka memajukan pergerakan sepenuhnya berada
ditangan anda. anda harus benar2 pintar bermain ditengah2
kelicikan para politisi dan pemimpin HB. dan ditengah2 anggota
kapitalis dan penakut.melihat keadaan saudara2 kita itu,
peran dan kapasitas anda amat diperlukan melebihi biasanya.
ditengah2 kegundahan semangat dan kelicikan kehidupan, orang2
seperti anda diharapkan kemunculannya. sekalipun anda akan
mendapati tembok2 keras namun semua itulah seni dari
pergerakan menuju arah yang lebih baik. namun sayangnya
tidak semua anggota HB yang memiliki sikap kontemplatif seperti
yang anda miliki. bahkan beberapa orang melecehkan sikap2
religius ini. mereka mengira bahwa orang2 kontemplatif ini
merupakan tanda2 dari patahnya semangat dan kelemahan mental.
dan orang2 itu lebih menyukai gerakan yang dibuat2 keras,
dan bernuansa efouria.jika saja mereka dapat belatih
dan mengembangakan seni meditasi ini, mereka akan menjadi
sangat malu terhadap diri mereka sendiri.
masih banyak yang harus kita pelajari, dunia ini tak terbatas,
kehidupan ini tak terkirakan, dan nibana tak terkatakan.
adalah sesuatu yang sangat fatal ketika kita merasa sudah
cukup dan merasa telah mengetahui segala hal. sangat
memprihatinkan bila kita menutup pikiran dan diri kita
karena merasa telah banyak memiliki pengetahuan. orang2
besar yang saya kenal selalu mengatakan bahwa ketika ia
tidak mengetahui banyak hal, ia merasa telah mengetahui
banyak hal. dan ketika mereka mengetahui lebih banyak lagi,
mereka menyadari bahwa mereka belum mengetahui apa2.
hal di berlawanan dengan beberapa pemimpin dan tokoh
terkemuka HB. mereka memiliki pengetahuan yang luas
bahkan paling luas dibandingkan dengan yesus sendiri dan
merasa telah cukup besar sehingga tidak pernah lagi
membuka pintu hati mereka untuk sesuatu yang baru. sekalipun
meraka berpura2 membuka hati mereka untuk sesuatu yang
baru, hal itu dikarenakan topeng yang ingin mendapatkan
respect dari orang lain.
cukup memprihatinkan ketika orang2 seperti aput yang maha
pintar dalam berbicara didepan umum namun sangat kering
dalam rasa kontemplatif. bahkan orang2 semacam ini sangat
merendahkan seni intropeksi ini. orang2 yang amat gagah dalam
berdebat seperti alex dan isyanto pun tidak lebih baik dari
seorang aput. bahkan sesuatu yang amat mengetirkan kalbu adalah
ketika seseorang yang memiliki standar moral dan religiusitas
yang kelihatannya melebihi orang lain seperti tamit pun masih
memegang egonya yang mulai mengeras. ketika dengan semena2
menuding kegiatan meditasi sebagai "kegiatan kedekatan" sekalipun
hanya dia sendiri yang mengerti apa maksudnya, namun terlihat
jelas bahwa ia tidak dapat melihat suatu sisi yang lebih halus
dan jauh lebih luas. tamit masih pekat dalam memandang manusia.
karena sebab itulah saya juga berharap bahwa anda tidak akan
memandang manusia. sebab bila anda memandang manusia maka
anda hanya akan menemukan ketidak puasan. karena manusia itu
jauh dari kata sempurna ditambah lagi pikiran kita tidak akan
pernah sempurna. sekalipun seorang yang sempurna bila dipandang
dengan pikiran yang tidak sempurna maka segalanya tidak akan
sempurna.
akhir kata, saya berharap agar semangat spiritual anda tidak
luntur, bahkan sebagai pimpinan anda harus menguatkan semangat
tersebut. jangan menjadi seorang intelektual bodoh yang
merasa diri besar dan pintar sendiri.
Recent Comments