asyiknya liburan 2

25 10 2005

jalan jalan di jakarta memang menyenangkan, banyak tempat yang bisa di kunjungi terutama dikala hari libur. tapi jangan salah, sekarang ini jakarta menyimpan potensi pencemaran udara yang amat berat.

jakarta selaku kota ketiga yang terburuk pencemarannya di dunia setelah meksiko dan panama menjadi ancaman terselubung bagi warganya, kendaraan bermotor menjadi penyumbang terbesar pencemaran di kota kita ini , sekitar 80 persen dan 20 persen sisanya disumbang oleh pabrik pabrik di jakarta (tempo interaktif, edisi 4 feb dan 25 Juli 2005 /http://www.tempointeraktif.com/hg/jakarta/2005/02/04/brk,20050204-15,id.html)

digedung gedung bertingkat kita akan melihat langit kelabu di jakarta, wah dari jauh saja kita sudah bisa membayangkan sumpeknya jakarta, menurut data dari kompas edisi 5 Agustus 2003, bahwa pencemaran di jakarta sudah melebihi nilai ambang batas yang diizinkan / NAB, dijakarta ada 5 stasiun pemantau pencemaran udara, di Kemayoran, Gelora Bung Karno, kantor walikota Jakarta Utara dan Jakarta Barat dan Pondok Indah. dari kelima pemantau ini, yang terendah konsentrasi maksimum harian untuk partikulat (PM10) ada di pondok indah yaitu : 378,78 Mikrogram, dan yang tertinggi ada di Casablanca yaitu 496,22 Mikrogram, padahal ambang batasnya hanya 150 Mikrogram. sedangkan konsentrasi karbon monoksida ada di Jakarta timur sebesar 12.82 Mg dan konsentrasi maksimum harian tertinggi (lagi lagi) di Casablanca sebesar 19,75 Mg, padahal ambang batasnya hanya  9 Mg

padahal, CO adalah gas buang yang berbahaya bagi paru2, otak dan jantung, jadi jangan heran kalau penderita jantung di jakarta semakin banyak.

yah, sebenarnya topik yang mau dibahas bukanlah pencemaran, hehe (kecele ya?) dan dengan data data diatas saya mencoba untuk keluar jalan jalan dengan menggunakan bus, ketika mau cek kesehatan di sebuah rumah sakit di daerah kampung melayu, saya dan teman menggunakan bus kota dan mendapati bus ini dalam keadaan penuh

yah, namanya juga bus kota di jakarta, sebagai salah satu sarana sosial di jakarta kita bisa menemukan banyak hal disini, dari pencopet, tukang palak, pengamen, atau karyawan / wati yang baru selesai bekerja di kantor yang ( mau ngga mau )mesti naik bus ini.

bagi pencopet, tukang palak, pengamen dll ini adalah salah satu sarana pekerjaan mereka sehari hari, tanpa bus bisa dibilang mereka kebingungan mencari sarana untuk mencari makan.nah untuk para korbannya yaitu karyawan/ wati ini adalah waktunya untuk survive.. entah merelakan uangnya berkurang, atau sekedar men tes jantung mereka supaya bisa berdenyut lebih kencang. mengutip seorang teman yang sekarng tinggal di Singapura, ia malah kangen jakarta, katanya tinggal di singapura begitu stagnan, tidak ada tantangannya sama sekali. beda halnya apabila berjalan di terminal Tanjung Priok, hidup akan terasa lebih hidup, karena kita tidak akan pernah tahu orang yang berjalan dibelakang kita itu tukang copet atau tukang palak, hehe

singkat kata, setelah melewati kebun pala dan jatinegara yang (luar biasa) macet, kami mendekati rumah sakit yang dimaksud..

nah ini.. begitu bus kota melaju kencang menuju kampung melayu, teman saya berteriak ” kiri..  kiri pak. rumah sakit”, si sopir serta merta langsung membelokkan busnya menuju kerumah sakit yang dimaksud, tanpa memperdulikan klakson mobil dan motor yang ada dibelakangnya apalagi tatapan sinis pengendara mobil, dengan cueksnya si sopir berhenti di kiri jalan. sambil mempersilahkan saya dan teman saya untuk turun, dan si kondektur dengan ramah mengucapkan selamat jalan dan sebaiknya memakai kaki kiri untuk turun.

setelah (sport Jantung) karena kita mesti berjalan sedikit lagi kearah rumah sakit itu. saya jadi berpikir, ternyata public service transportation di indonesia sangat baik, mereka sangat memperhatikan penumpang. seperti bus yang tidak memperdulikan pengendara lainnya, dan hanya memperdulikan penumpangnya supaya mereka tiba di tempat yang dituju, saya jadi ingat ketika  ingin mengantar kaset untuk diuplink ke Taiwan via satelit. ketika itu mobil kami terjebak macetnya jalan Daan Mogot. saya kemudian keluar dan berlari di tengah jalan (yang macet) seperti Will Smith di poster film Enemy of the state (hehe) , saya mencari tukang ojek yang mau mengantar saya ke Indosat, lalu si tukang ojek dengan nekadnya nyelip sana sini dan melawan arus supaya saya bisa sampai ketempat yang dituju, wah coba ngga ada tuh tukang ojek, mungkin saya tidak bisa sampai ketempat yang dituju..

berbeda halnya dengan transportasi di Taiwan misalnya, rute rute transportasi mereka diatur berdasarkan nomor nomor dan waktu keberangkatan dan kedatangan bus sudah diatur sedemikian rupa. disiplin sangat diterapkan untuk transportasi disini, mereka tidak bisa berhenti di sembarangan tempat, selain busnya bisa didenda, hal itu juga bisa berdampak bagi lalu lintas. kan macet boo..

kalau tempat yang mau dituju jauh dari bus station, mau tidak mau kita mesti berjalan ketempat yang dituju, selain makan waktu juga makan tenaga.

kadang kalau saya sedang naik motor, saya selalu berpikir bahwa bus bus di indonesia benar benar kurang ajar bisa menepi semaunya, belum kalau asap knalpotnya yang menghitam, benar benar membuat polusi jakarta. sampai sampai pernah ada bus yang saya tendang bodinya saking kesalnya. (tetap saja tidak ada gunanya, karena disamping kaki saya yang sakit, si sopir dengan cueknya menjalankan mesin pembuat asapnya)

mungkin berbeda kalau saya yang menjadi penumpang bus itu, mungkin saya diuntungkan dengan posisi saya saat itu, bisa berhenti di tujuan tanpa susah2 jalan, hehe, disamping mendapatkan sapaan ramah dari kondektur bus, memang disiplin memberikan banyak ketidak mudahan, dan malahan kadang ketidak disiplinan memberikan kemudahan.. benar benar paradoks dunia ini.hehe

liburan benar benar memberikan saya “socio brain storming” , selama ini saya hanya melihat kehidupan dari satu sisi saja, tanpa melihat secara positif sisi yang lain.. yeah, life’s like that..bro..

sedikit canda dari neraka

25-10-2005





asyiknya.. liburan.. (1)

25 10 2005

seperti kalimat diatas… akhirnya. setelah 2 tahun kerja, saya cuti juga.. setelah beberapa lama sibuk sama kerjaan.. akhirnya saya bisa merasakan kehidupan orang orang yang mesti tiap hari dirumah, melakukan pekerjaan rumah setiap hari, merasakan bosannya berada dibawah atap rumah

begitu bangun pagi, saya sempet lupa.. kalau hari ini ngga kerja, mama saya sampai bingung kenapa saya buru2 mandi dan makan karena biasanya saya punya penyakit bangun telat ,hehe.  mama ngingetin kalau hari ini cuti, so.. jadilah saya anak baik yang nungguin rumah karena ibu saya mau ke pasar bentar.

setelah mandiin anjing dan motor kesayangan saya,  mama yang baru pulang dari pasar tiba tiba bilang kalau ada kaus bagus dijual dipasar..dan akhirnya berangkatlah kami ke pasar untuk mencari kaus disana.

pasar teluk gong .. (yah namanya pasar, ngga ujan , ngga panas tetap aja becek) becak becak berkeliaran kaya ayam kesana kemari, orang orang menjual barang sambil teriak2 ditengah panasnya jakarta, yah namanya juga cari uang buat lebaran, ditengah tengah kondisi BBM yang naik, tiada cara lagi buat mereka untuk mencari sesuap nasi.

kami berjalan diantara tukang becak dan penjual baju jalanan, tiba tiba mama berhenti dan menunjuk salah satu penjual baju di pasar yang mengelar pakaiannya di jalan. sejenak saya tertegun, saya mengira bahwa baju itu dijual di toko di pasar, ternyata dijual di emperan di jalan. yah, biarin deh, ngga ada ruginya kok, pikir saya, jadilah saya satu2nya pembeli laki laki diantara ibu ibu yang menawar kaus dengan darah dingin kepada penjual kaus itu.. termasuk mama sendiri, saya berjongkok ditengah panasnya matahari jam 11 siang (phew, panasnya) mencari cari kaus idaman di tumpukan kaus yang (mungkin) sisa barang ekspor karena brand yang tertempel dikaus itu dapat ditemui di mall-mall di jakarta

saya sih diam saja, kan lumayan, bayangkan kaus yang seharga 15 ribu ditawar 10 ribu. si abang penjual kaus kerap kali mengelus dada begitu mendengar tawaran serendah itu, “aduh bu, ngga bisa” , saya pikir sekitar 15 kalimat lebih saya dengar itu dari si abang. tapi namanya juga ibu ibu, tetap aja keukeuh menawar. akhirnya dengan wajah tertekan si abang mau juga, hehe. dan 3 kaus branded ada ditangan saya, yah lumayan deh daripada beli di mall, hehe

setelah pulang kerumah, ternyata menyenangkan juga bisa melihat ibu ibu mengadu “urat syaraf” dengan abang2 penjual kaus, hehe dan saya juga bisa merasakan susahnya mencari si abang mencari uang di emperan jalan, yah mungkin saja dia mencari uang untuk anaknya yang masih kecil atau untuk keluarganya di kampung, apalagi BBM sedang tinggi sekarang, dan itu berpengaruh dengan harga harga bahan makanan.

yah, memang susah hidup di jakarta, buat si abang penjual kaus, dia harus rela kepanasan di pasar sambil melihat becak, tukang mie, ibu ibu yang membawa tas belanja berjalan lalu lalang didepannya. saya benar benar tidak bisa membayangkan bahwa kegiatan itu harus dilakukannya setiap hari. kalau dilihat dari kacamata si abang, saya kembali bercermin ke kehidupan saya sekarang ini, saya merasa benar benar beruntung, bisa punya pekerjaan yang normal, kadang bisa berteduh di kantor kadang keluar dengan mobil liputan.mungkin penghasilan yang lumayan. well, i’m lucky after all

mungkin liburan kali ini saya mesti bercermin kembali kepada diri saya, apa yang sudah saya peroleh saat ini mesti saya syukuri. pekerjaan saya, teman2 saya yang mencintai saya, keluarga, terutama mama yang bisa “berubah” kalau sedang bertransaksi, menjadi benteng saya kalau ingin mencari barang yang murah harganya, memasak makan pagi, memarahi saya, dll. yah, kita ngga bakal tahu keberuntungan kita kalau kita sudah kehilangannya.

saat ini, saya mencoba untuk refresh, dari pekerjaan, masalah2 saya, kembali lagi kemasa lalu, ketika saya sma dan tidak berpikir macam2, uang jajan seribu perak, bercanda dengan teman teman, ah, waktu itu saya benar benar tidak tercemar dengan keinginan keinginan yang saya sekarang, seperti bayi yang baru lahir sebenarnya.

but, life is life, kita mesti berjalan terus kedepan, berkembang terus, sembari sesekali melihat kebelakang, dan membandingkannya dengan kehidupan kita sekarang,

well, the past is beautiful, but life must go on.. bro

jakarta, 25-10-05

sedikit pencerahan dari neraka