6 Hour to My birthday..
“bye all, have a nice holiday” !!
begitulah kalimat terakhir yang saya ucapkan kepada teman teman kantor.
besok hari buruh dan kenaikan isa almasih… hmm, its a holiday on my birthday..
sambil baca koran di kantor, menunggu mobil buat nebeng ke rumah, tapi sayang… gak ada yang lewat jalur jalan protokol, lewatnya jalan tol semua.. byekkh..
akhirnya pulang…
ketemu 2 orang temen kantor dibawah..
“hei… berduaan aja neh”
disambut dengan senyum simpul mereka..
gak ganggu dah.. hehehe
“hm, naik apa yah” pikirku..
“inget sama restoran di deket pasar pagi, makan dulu ah… “
sambil berjalan membawa tas berat berisi pakaian yang tidak sempat dipakai karena seharusnya saya pergi ke pontianak, namun batal karena tidak ada tiket pesawat..
padahal sudah pamitan sama anak anak kantor, tapi kembali lagi.. payah emang…hehe
but, its ok lha, what de hell anyway..
sambil berjalan, melihat pasangan yang sedang duduk di trotoar, si cewe yang malu sambil cemberut dan si cowo yang napsu banget megang tangannya cewe..
wah.. biarkanlah dunia milik mereka deh.. hehe.
jalan terus, sampai ke rel kereta api layang dekat pasar pagi Mangga Dua..
lho.. kok restorannya tutup?? …
akhirnya pilihan tertuju pada bubur ayam di pinggir jalan..
pesan. makan.. baca buku.. bayar.
dapet kembalian..
hmm…. sisain 13 rebu buat ongkos..
sambil menyeberang, saya berpikir.. hm, bisa nggak saya menantang diri sendiri berjalan sampai kerumah tanpa menghabiskan uang yang ada dikantong untuk transportasi, hanya untuk minum.
well… ok..
5,5 jam menuju rumah
saya berjalan menyusuri jalan mangga dua…ke beos
jalan terus, sambil melihat “the infamous beggar” seorang ibu dengan anak yang telanjang, dan anak ini tidur terus tanpa bangun. sedangkan si ibu yang giginya “ngesot” terus karena memakai gigi palsu terus menegadahkan tangannya meminta uang, tentunya hanya ada beberapa pengendara motor atau mobil yang memberikan uang, karena mungkin mereka bukan orang yang sering lewat didaerah sana.
sambil berjalan terus, saya menyeberang sambil melihat seorang polisi sedang berdiri secara tersembunyi di persimpangan jalan yang menuju ke jalan hayam wuruk. hm.. dia menunggu di tempat yang agak gelap..
mungkin menunggu “mangsa” nya lewat, hehehe
sambil berjalan menyusuri jalan dibawah jalan layang yang menuju ke jembatan dua, saya hampir ditabrak mobil karena berjalan agak terlalu ke pinggir.
untung saja tidak apa apa, mobilnya juga tidak mengklakson saya sehingga saya tidak tahu berjalan agak ke tengah.
berjalan terus menuju ke pasar pagi lama, ada beberapa anjing jalanan dan anjing kecil yang lucu..
mereka ingin menyeberang jalan, namun takut dan berbalik arah lagi
membuat saya ingat kucing yang terlindas truk itu, berapa binatang yang terlindas kendaraan ketika berusaha melintas jalanan, yah mungkin kita yang berkendara seharusnya bisa pelan pelan, supaya hewan hewan bisa aman melintas jalanan.
yang paling kasihan mungkin tikus, yang kadang bangkainya saja bisa menjadi satu dengan aspal karena tidak pernah ada orang yang menguburkannya
berbeda dengan kucing yang diperlakukan istimewa oleh orang orang Indonesia.
sambil berjalan lagi saya mencoba meluruskan punggung yang membawa tas yang berat, sambil meluruskan punggung tiba tiba ada angkot yang berhenti didekat saya
“bos, jembatan dua bos… “
“ah, sori pak, enggak” jawab saya..
mungkin saya mengangkat tangan terlalu tinggi sehingga ia mengira saya memanggilnya. wah mungkin ada beberapa sopir angkot yang saya tipu kalau saya meluruskan punggung saya
saya berjalan terus melewati pejagalan yang penuh dengan penjual makanan, seperti ayam goreng susan yang menjadi langganan saya di pinggir persimpangan
berjalan terus, saya merasakan beban tas saya semakin berat dan kaki saya menjadi semakin pegal,
come on hendrik, u can do it. tekad saya dalam hati sambil terengah engah.. hehe
sambil berjalan saya melihat banyak hal, seorang ibu yang menggendong anaknya, pasangan yang sedang berbahagia, orang gila yang berjalan sendirian..
sambil berjalan terus menyusuri jalan bandengan, akhirnya saya memutuskan untuk beristirahat sebentar
sambil mendudukan pantat saya ke bangku yang agak basah karena hujan, saya hanya berpikir..
waktu saya berjalan pulang, saya telah melihat banyak hal dan belajar dari hal tersebut seperti saya menjalani kehidupan saya sendiri…
setelah menenggak teh botol, saya melanjutkan perjalanan saya..
berjalan terus menyusuri bandengan sampai ke kramat soka..
ada bencong.. bencongnya menari nari di depan rumah makan Bun Ong dengan disaksikan beberapa tukang parkir yang napsu (aneh, liat bencong kok bisa napsu)
saya hanya nyengir aja sambil berjalan, yah inilah jakarta, macam macam orang pun ada…
saya berjalan, lalu mendengar musik dangdut yang makin keras dibelakang saya..
hati saya was was. jangan jangan nih bencong ngikutin saya dari belakang.. saya mencoba mempercepat langkah saya..
ternyata musik dangdutnya semakin keras…
byeeekhss
saya juga berjalan semakin cepat…
lalu samar samar suara dari speaker sember yang dipakai oleh bencong itu terdengar samar samar dan seperti menyeberang
saya iseng melihat kebelakang.. dan memang bencong itu menyeberang
.
.
.
.
Fiuh…….
punggung dan paha saya semakin pegal ketika saya menyeberang ke depan jalan masuk Apartemen Teluk Intan..
ditengah sapaan ramah tukang ojek (yang jelas ada maksud tersembunyi-nya) saya terus memutuskan untuk berjalan
waktu saya turun ke jalan dekat jalan masuk ke Jalan Masda.. saya melihat kucing buduk yang posisinya membelakangi saya (saya heran, hari ini saya selalu melihat binatang yang budukan.. kasian mereka)
dalam pikiran saya, ingin saya tendang pantat yang mengundang itu sehingga kucing buduk itu masuk ke bak sampah.. hehe
yah, daripada iseng sama kucing buduk, mending saya jalan terus kedepan menuju kerumah saya…
mulai berjalan dengan napas yang terengah engah…
menuju ke arah empang dengan pemandangan (lagi lagi) orang pacaran… halah..
sampai kerumah… phew…
jam 9.30 sampai kerumah dengan pantat, punggung dan paha pegal..
not mention the dehidration…
ternyata jalan kaki itu gak gampang, apalagi dengan udara jakarta yang tercemar, byeeks
ah, akhirnya saya sampai di kamar dan langsung membanting badan saya ke kasur…
wah.. ternyata perjalanan ini seperti perjalanan hidup saya, suatu saat, saya pasti akan pulang kerumah, namun didalam perjalanan, saya melihat banyak hal dan saya belajar dari pengalaman tersebut.
namun, akhirnya saya juga akan tetap pulang kerumah..
perjalanan selama 30 tahun kehidupan saya bukanlah suatu perjalanan yang mulus, banyak hal yang terjadi dalam hidup saya..
waktu memang cepat berlalu, seperti perjalanan hidup … namun apakah kita belajar dari perjalanan hidup ini?
well, whatever it is… saya sudah dirumah sekarang dan bersiap menyambut usia saya yang ke 30 tahun ditengah ulang tahun yang sepi ini..
semoga saya bisa mencapai cita cita dan mimpi saya, bisa memberikan yang terbaik bagi lingkungan saya dan juga semua teman teman dan orang yang saya cintai..
love u all.. love u Kim.. thanks for phone me on my first second of my birthday, i know u want to be the first one to greet me with warmth in my birthday….
Recent Comments