Pemilu oh Pemilu

9 04 2009

ayam berkokok, menandakan pergantian hari, para hansip, pemuda setempat ketua RT pun bergegas menyiapkan meja dan peralatan lain untuk pemilu legislatif yang akan disellengarakan hari ini kamis tanggal 9 April 2009
“eh ini mejanya kecil neh” kata seorang hansip gemuk berkumis lebat yang biasa bertugas di kelurahan pejagalan..

“gimana ya. terpaksa bilik alumunium ini hanya bisa 3 saja” kata pak RT
saya yang melihat dan membantu hanya bisa mengiyakan pak RT, lha wong udah jam 6 begini masih ributin soal meja kok.. masak mesti gedor gedor rumah orang untuk minjem meja? hehe
pak Akong, yang jalanan depan rumahnya dipinjam sebentar untuk hajatan 5 tahun sekali ini meminjamkan sound sistem untuk kami. baik sekali orangnya.
“ini gimana nih kertasnya” kata udin
“kertas yang mana?” jawab pak RT yang sibuk ditarik kesana kemari
“kertas pemilh”
“lu taruh aja di meja pendaftaran deh”
“oke bos” jawab udin yakin

tak terasa orang orang mulai berdatangan. pukul 8 pagi padahal, lebih awal dari jam 9 yang diumumkan sampai jam 12
mereka dengan antusias mengikuti ajang 5 tahunan ini, semua orang, lelaki, perempuan, orang Jawa, Madura, Tionghoa.. yang cantik yang jelek maupun yang sudah berumur lanjut terlihat antusias mengikutinya.

“ini kok tulisannya banyak banget dik? ” kata seorang nenek sambil membuka kertas pemilih dihadapan saksi…
“lho nek, jangan dibuka dulu nek” kata seorang saksi yang rupanya lebih mirip anak kecil daripada orang dewasa
“oh ya, ini kok begini nama doang ya?”
… nampaknya sosialisasi pemilu tidak sampai ke nenek yang satu ini. tinggallah si anak kecil yang kerepotan menerangkan.. tetapi tidak menganjurkan si nenek ini untuk memilih kandidatnya..
dengan yakin si nenek berjalan menuju bilik alumunium berkarat yang sedikit oleng kalau ditiup oleh angin.
“ini kok orangnya saya ngga kenal semua ya?” seru si nenek sambil kembali lagi ke saksi anak kecil ini
duh….

lain lagi dengan koh Ahok… dengan yakinnya dia bertanya kepada tetangganya koh Ahai…
“lu milih apa hai?”
koh Ahai diam sejenak
“rahasia dong” katanya sambil nyengir
“ini kan 5 tahun sekali, jadi jari gua mesti ada tinta nih” kata koh Ahai meneruskan..
“iya, katanya dapet Kopi Starbucks lho” celetuk seorang perempuan Tionghoa yang berpakaian trendy sepertinya ingin berangkat langsung ke Mall untuk menikmati secangkir kopi enak tersebut..

saya hanya tersenyum sejenak, nampaknya ajang PEMILU ini banyak sekali cerita cerita lucu..
saya sempat ditegur oleh tetangga setempat yang bertanya saya kemana saja karena mereka tidak pernah melihat saya
nampaknya saya terlalu sibuk bekerja sehingga waktu bersosialisasi dengan tetangga kurang sekali…
saya hanya tersenyum ketika ajang PEMILU ini dijadikan anjangsana tetangga di lingkungan sekitar Teluk Gong kampung saya tercinta
banyak orang yang saya lihat, yang jarinya biru semua,. tetapi nampaknya bukan itu maknanya,
selain memilih wakil rakyat, ajang PEMILU ini memang diakui oleh beberapa masyarakat sekitar rumah saya agak berbeda dengan yang lalu
banyaknya Caleg yang tidak mereka kenal, banyaknya janji janji yang diucapkan oleh Caleg dan banyak kesimpang siuran membuat masyarakat biasa , seperti orang orang tua yang mereka agak susah membaca tulisan menjadi canggung dalam memilih
dan akhirnya pilihan apa saja pun diambil, bukankah hal ini amat mubazir melihat banyak uang yang dikeluarkan hanya untuk mencetak surat surat suara ini, tetapi akhirnya malah hangus perolehan suaranya
belum sisa kertas suara yang dibuang, menurut saya sebaiknya di daur ulang untuk melindungi bumi kita ini..
belum lagi kalau Caleg Caleg yang sudah mengeluarkan uang banyak ini tidak terpilih menjadi anggota DPRD.. wah bisa Stress mereka
bahkan di koran yang saya baca, banyak Rumah Sakit Jiwa sudah mempersiapkan perawat dan kamar kamar apabila dari Caleg ini ada yang menjadi Gila..

wah banyak sekali pelajaran yang saya alami dilingkungan saya ini.. baik yang lucu dan berkesan..
yang penting buat saya adalah, bukan PEMILUnya tetapi interaksi warganya..
karena mekanisme PEMILU yang agak ribet..
enjoy aja bro and sis… enjoy the Starbucks gratisnya.. dan enjoy aja kalau melihat ada cewe cantik yang tidak pernah kita lihat di lingkungan kita .. haha
overall.. salut buat Masyarakat Indonesia yang sudah tertib dan bergotong royong menciptakan suasana PEMILU yang kondusif, aman dan terkendali…

Sedikit pencerahan dari neraka
Chimera