Seperti apa sih hidup itu? dari pepatah Tionghoa yang saya dengar mengenai hidup itu seperti ini :
umur 1-10 tahun itu waktunya untuk bermain
umur 10 – 20 tahun waktunya untuk belajar
umur 20 – 30 tahun itu waktunya untuk menentukan tujuan hidup itu kedepan.
umur 30 – 40 tahun itu untuk menegaskan tujuan hidup kita
umur 40-50 tahun untuk menikmati hidup kita dan 50 – 60 tahun untuk masa pensiun dan tentunya menanti di ujung perjalanan..
wah pepatah seperti ini membuat saya berpikir tentang bagaimana hidup itu berjalan, kenapa banyak manusia yang masih mencari tujuan hidupnya itu, karena mereka tidak belajar.. mengisi hidupnya dengan sesuatu yang berharga.. itu adalah permasalahan inti dari tujuan hidup.
saya jadi ingat pak Tamat, salah satu mantan driver DAAI TV, ketika beliau ke jakarta, tujuan hidup beliau adalah jadi Supir dan menikahi orang Jakarta, its Simple.. dia sudah menetapkan tujuan hidupnya seperti itu dan dia bahagia dengan hidupnya sekarang.
mungkin buat beberapa orang tujuan hidup itu adalah Uang.. uang yang banyak, dan terpenuhinya kebutuhan kebutuhan yang berlebih, tapi ternyata tidak juga, ada juga yang berlebihan tetapi tidak bahagia, jadi hidup itu relatif bukan?
saya jadi ingat dengan Jacob Needleman dengan bukunya yang berjudul Currency, sang ahli filosofi ini menulis bahwa jika kita mengerti peran uang yang sebenarnya dalam hidup kita, maka kita tidak akan berfikir untuk menghabiskan atau menabungnya saja.
Uang menggerakkan pengaruh emosional yang mendalam terhadap siapa diri kita sebenarnya dan uang juga mempengaruhi kita dalam mengatakan apa yang tidak kita miliki.
Ketidak inginan kita untuk memahami efek uang secara emosional dan spiritual berlandaskan atas kenapa kita harus memberikan harga terhadap segala barang dan bagaimana kita bisa mengetahui nilai dari barang yang tidak berharga.
Uang mempunyai pengaruh yang penting dalam segala aspek di dalam mengejar hidup yang idealistik. Tetapi sejalan dengan itu, uang merupakan akar dari frustasi yang kita alami setiap hari. Dalam kehidupan sosial, uang mempunyai pengaruh yang sangat besar didalam kehidupan kita, namun ada yang perlu ditegaskan disini bahwa Uang tidak mengatur hidup kita, dan hanya kita yang berhak mengatur kehidupan kita sendiri
saya rasa hidup kita terlalu banyak dipengaruhi oleh budaya barat yang lebih mengarah ke Fisik, apa yang kita punyai dan apa yang kita capai dalam hidup, memang itu benar juga, tetapi tidak semua benar karena kalau kita lihat budaya Timur yang di cap kolot oleh budaya Barat lebih mengutamakan Kebahagiaan, tujuan hidup, kekayaan jiwa dan spiritual, jadi kedua pengaruh ini didalam hidup kita mesti seimbang,
jadi untuk yang belum mengetahui tentang tujuan hidupnya, cobalah mencari dan mencari, tapi jangan cari diluar, carilan didalam hati, kadang hidup bisa lebih sederhana dari yang kelihatan diluar.
kalau kita senang bermain gitar dan kesenangan itu terhenti, maka mulailah dari sekarang untuk bermain gitar, atau apabila kita senang menulis tetapi tiba tiba inspirasi anda berhenti, maka inspirasi itu akan datang pada saat yang tidak terduga..
mungkin tulisan ini tidak menjawab arti dari tujuan hidup kita.. tetapi, cuman satu saran saya, Do Whatever You want to do. Shape up your life.. learn something dan be Happy for yourself karena kita masih punya waktu untuk hidup, semuanya berakhir apabila nafas kita berhenti dan kita menyatu dengan semesta. soo.. tetapkan ingin menjadi apa anda mulai saat ini..
Carpe Diem and make your day..
Sedikit pencerahan dari neraka
Chimera
Recent Comments