Posted by: versalino | January 15, 2010

Laporan Perjalanan ke Pontianak – Singkawang (part 1)

Laporan Perjalanan ke Pontianak – Singkawang

Hari 1 : Tgl 13 Juli 2009

Saya mendarat di Bandara Supadio, pukul 15.30, saya terhenyak dengan banyaknya perambah hutan yang membakar hutan, sehingga banyak asap dimana mana,
Tempat pertama yang dituju adalah Jalan Gajah Mada , 黃婷芳, Wiwi, seorang Perempuan yang bekerja di perusahaan percetakan yang menolak untuk dikawinkan ke Taiwan, Felicia Hsu, reporter Journal Daai ini ingin menggambarkan tentang Perempuan Singkawang yang Mandiri.
Mereka lalu mengambil Tempat percetakan tempat Wiwi Bekerja, dan sang Kameraman , Kevin mengambil semua gambar yang dibutuhkan

Kevin menggunakan kamera HDV, yang menjadi standar di bagian produksi DAAI TV , saat ini semua kameraman di bagian produksi menggunakan Kamera Sony Z-7, ada beberapa catatan tentang kamera ini, menggunakan 3 CMOS dan beratnya bisa mencapai 2 kamera PD-170 , dan yang bagus menurut saya adalah Lampu nya LED Lamp, filter nya bisa ditambahkan didalam.
Cara bekerja mereka terstruktur, sama seperti Tim DAAI Jakarta, mereka terlbih dahulu mendiskusikan Ide cerita, antara Produser, Director, dan Reporter,
Mendiskusikan Tema sampai Matang, Menyusun Jadwal, riset Cerita dan menghubungi narasumber dan Guide ditempat yang dimaksud, jadi ketika mereka datang ketempat yang dituju, mereka sudah ada gambaran.
Yang menjadi perbedaan mungkin adalah semangat., seperti ketika mereka mengambil cerita Tzu Chi, mereka tahu angle cerita dan bagaimana cara mengambilnya, dari cara Kevin bercerita dengan saya , dia mengatakan bahwa Indonesia banyak sekali yang bisa dibahas. Dia menjadi satu dengan cerita sehingga bisa mendalami subjek dengan perasaannya.

Disini Kameraman disebut dengan Director. Kevin memutuskan kapan harus mengambil cerita dan mengambil gambar, mungkin ini salah satu metode untuk karir kameraman yang perlu kita pertimbangkan untuk DAAI TV Indonesia, sehingga Kameraman juga bisa mengambil peran penting dalam Documentary yang dibuat

Malamnya mereka menuju kerumah Drs Hengky Roni Ngadimin seorang pengamat Sejarah di Pontianak, rupanya Tim DAAI Taiwan sudah mewawancarai mereka mengenai Sejarah Republik Lan Fang,
Dari Drs Hengky ini mereka mendapatkan gambar papan nama penanda yang berumur 100 tahun lebih yang dibuat oleh Lo Fang Po untuk menandai tempat bekerjanya. Sepertinya hanya Penanda kayu ini saja yang bisa di selamatkan dari situs sejarah ini yang sekarang sudah sangat tua sekali dan tak terawat.

Menarik juga mengetahui tentang sejarah Republik Lan Fang,

Besok harinya, kami akan meninjau tempat Lo Fang Po, dalam perjalanan ke Singkawang.

Advertisement

Responses

  1. [...] The busiest day of the year was May 18th with 32 views. The most popular post that day was Laporan Perjalanan ke Pontianak – Singkawang (part 1). [...]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.