Posted by: versalino | January 15, 2010

Napak Tilas Republik Lan Fang (part 2)

Perjalanan dari Pontianak – Singkawang memakan waktu sekitar 3 Jam, dengan jarak tempuh sekitar 144 Km.
Kata Singkawang sendiri berasal dari huruf mandarin 山口洋 ﹣Shan Kou Yang – yaitu daerah yang mempunyai Gunung(山), Pelabuhan (海口) – dan Samudra (海洋)
Kami berangkat menuju Singkawang pukul 08.00 , dalam perjalanan kami melihat kehidupan masyarakat sepanjang jalan, melewati sungai kapuas yang merupakan urat nadi perdagangan masyarakat Kalimantan barat dahulu,

Rencana kami adalah melihat situs situs peninggalan Lo Fang Pak, seorang pendiri Republik Lan Fang di Kalimantan Barat yang sejarahnya dimulai pada tahun 1777, 10 tahun lebih awal dari berdirinya Negara Amerika Serikat pada tahun 1787 oleh George Washington.
Republik ini berlangsung selama 107 tahun dan mencatat ada 10 presiden yang pernah memimpin republik ini.

Berdasarkan catatan Hasan Karman, SH, MM dari penelitian pustaka sejarah Tionghoa di Kalimantan Barat ini menyebutkan bahwa Lo Fang Pak (sebutan Pak adalah sebutan penghargaan atau gelar kepada Lo Fang )
Saat itu berusia 34 tahun ketika merantau ke Kalimantan Barat, dengan menyusuri sungai Han (han Jiang) menuju Shantao dan akhirnya berlabuh di Kalimantan Barat
Memenuhi mimpinya mencari emas (Gold Rush) saat itu di daerah yang kaya sumber daya alamnya ini dikuasai oleh Sultan Panembahan / Sultan Omar yang mempercayai orang Tionghoa yang pekerja keras, ia pertama kali mempekerjakan 20 orang Tionghoa dari Brunei yang menggunakan sistem kontrak lahan.

Pada tahun 1740, jumlah orang Tionghoa hanya beberapa puluh orang saja, namun pada tahun 1770 jumlah orang Tionghoa yang datang ke Kalimantan karena pertalian saudara sekampung halaman mencapai 20,000 orang
Kelompok tionghoa ini membentuk Kongsi (perusahaan) untuk melindungi mereka dengan 14 Kongsi yang disatukan, Lo Fang Pak mendirikan Lan Fang Kongsi yang menyatukan semua orang Hakka, nama Lan Fang sendiri adalah nama dari Lo Fang Pak dan adiknya Lo Lan Pak (Pengamatan di Lapangan)

Lo Fang Pak menjadi terkenal karena membantu Sultan Abdurrahman (Sultan Pontianak) dalam pertikaian dengan Sultan Mempawah karena ingin membangun istana di hulu sungai yang dikuasai oleh Sultan Mempawah dan suku dayak. Pertempuran ini berlangsung 2 kali sehingga sultan mempawah mengungsi ke daerah utara (Singkawang) , dan saat itu kedua sultan ini menandatangani perjanjian damai dengan Lo Fong Pak, hal ini melambungkan popularitas Lo Fong Pak yang saat itu berusia 57 tahun.

Setelah pengaruhnya meningkat, angkatan bersenjatanya menjadi kuat Lo Fong Pak mendirikan pemerintahan dengan nama Kongsinya sehingga namanya menjadi Republik Lan Fang,
Saat itu masyarakat ingin Lo Fang Pak menjadi Sultan, namun ia menolak dan menyarankan sistem presidential, saat itu yang menjabat presiden dan wakil presiden haruslah orang yang berbahasa Hakka.
Melalui pemilihan umum, Lo Fang Pak menjadi Presiden pertama, dan ibukota Republik Lan Fang berada di daerah Mandor,
Pemilihan presiden tersebut dideklarasikan tahun 1793, lalu 2 tahun kemudian (1795
) Lo Fang Pak meninggal

Keberadaan Republik Lan Fang mulai hancur pada tahun 1884, ketika pengaruh kolonial Belanda, perpecahan didalam kongsi dan pemberontakan oleh masyarakat setempat mulai memperlemah kondisi republik ini

Pikiran saya melayang saat itu ketika republik ini masih berdiri, dimana sistem perdagangan tradisional masih berlangsung dan republik Lan Fang menjadi saksi sejarah bagi kontribusi orang Tionghoa saat itu.

Advertisement

Responses

  1. [...] Napak Tilas Republik Lan Fang (part 2) January 2010 5 [...]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.