Seperti apa sih hidup itu? dari pepatah Tionghoa yang saya dengar mengenai hidup itu seperti ini :
umur 1-10 tahun itu waktunya untuk bermain
umur 10 – 20 tahun waktunya untuk belajar
umur 20 – 30 tahun itu waktunya untuk menentukan tujuan hidup itu kedepan.
umur 30 – 40 tahun itu untuk menegaskan tujuan hidup kita
umur 40-50 tahun untuk menikmati hidup kita dan 50 – 60 tahun untuk masa pensiun dan tentunya menanti di ujung perjalanan..
wah pepatah seperti ini membuat saya berpikir tentang bagaimana hidup itu berjalan, kenapa banyak manusia yang masih mencari tujuan hidupnya itu, karena mereka tidak belajar.. mengisi hidupnya dengan sesuatu yang berharga.. itu adalah permasalahan inti dari tujuan hidup.
saya jadi ingat pak Tamat, salah satu mantan driver DAAI TV, ketika beliau ke jakarta, tujuan hidup beliau adalah jadi Supir dan menikahi orang Jakarta, its Simple.. dia sudah menetapkan tujuan hidupnya seperti itu dan dia bahagia dengan hidupnya sekarang.
mungkin buat beberapa orang tujuan hidup itu adalah Uang.. uang yang banyak, dan terpenuhinya kebutuhan kebutuhan yang berlebih, tapi ternyata tidak juga, ada juga yang berlebihan tetapi tidak bahagia, jadi hidup itu relatif bukan?
saya jadi ingat dengan Jacob Needleman dengan bukunya yang berjudul Currency, sang ahli filosofi ini menulis bahwa jika kita mengerti peran uang yang sebenarnya dalam hidup kita, maka kita tidak akan berfikir untuk menghabiskan atau menabungnya saja.
Uang menggerakkan pengaruh emosional yang mendalam terhadap siapa diri kita sebenarnya dan uang juga mempengaruhi kita dalam mengatakan apa yang tidak kita miliki.
Ketidak inginan kita untuk memahami efek uang secara emosional dan spiritual berlandaskan atas kenapa kita harus memberikan harga terhadap segala barang dan bagaimana kita bisa mengetahui nilai dari barang yang tidak berharga.
Uang mempunyai pengaruh yang penting dalam segala aspek di dalam mengejar hidup yang idealistik. Tetapi sejalan dengan itu, uang merupakan akar dari frustasi yang kita alami setiap hari. Dalam kehidupan sosial, uang mempunyai pengaruh yang sangat besar didalam kehidupan kita, namun ada yang perlu ditegaskan disini bahwa Uang tidak mengatur hidup kita, dan hanya kita yang berhak mengatur kehidupan kita sendiri
saya rasa hidup kita terlalu banyak dipengaruhi oleh budaya barat yang lebih mengarah ke Fisik, apa yang kita punyai dan apa yang kita capai dalam hidup, memang itu benar juga, tetapi tidak semua benar karena kalau kita lihat budaya Timur yang di cap kolot oleh budaya Barat lebih mengutamakan Kebahagiaan, tujuan hidup, kekayaan jiwa dan spiritual, jadi kedua pengaruh ini didalam hidup kita mesti seimbang,
jadi untuk yang belum mengetahui tentang tujuan hidupnya, cobalah mencari dan mencari, tapi jangan cari diluar, carilan didalam hati, kadang hidup bisa lebih sederhana dari yang kelihatan diluar.
kalau kita senang bermain gitar dan kesenangan itu terhenti, maka mulailah dari sekarang untuk bermain gitar, atau apabila kita senang menulis tetapi tiba tiba inspirasi anda berhenti, maka inspirasi itu akan datang pada saat yang tidak terduga..
mungkin tulisan ini tidak menjawab arti dari tujuan hidup kita.. tetapi, cuman satu saran saya, Do Whatever You want to do. Shape up your life.. learn something dan be Happy for yourself karena kita masih punya waktu untuk hidup, semuanya berakhir apabila nafas kita berhenti dan kita menyatu dengan semesta. soo.. tetapkan ingin menjadi apa anda mulai saat ini..
setiap hari, saya selalu mengucapkan salam kepada ibu saya, seorang ibu rumah tangga yang membesarkan saya sendirian..
ibu saya adalah seorang wanita yang pintar, pintar memasak , pintar mandarin (seperti nama program yang akan saya buat, hehe) dan pintar merawat anak anaknya.
kelahiran 25 Agustus, 1946. ibu saya adalah seorang wanita yang cantik. seorang wanita yang punya keinginan besar untuk belajar, tak kurang beliau bisa merawat kecantikannya, dan bisa memasak dengan baik. makanya ketiga anak anaknya sehat semua.
baginya, ibu rumah tangga adalah sebuah pekerjaan yang mulia, bisa merawat dan memberi pendidikan yang baik bagi anak anaknya dan bisa ikut memberikan masa depan yang baik untuk generasi berikutnya
hari ini saya melihatnya duduk di kursi sedang melihat TV channel Taiwan kegemaran kami, rambutnya sudah memutih dan terlihat kerutan kerutan dimatanya, namun ia tetap cantik dimata saya,kadang kami sering menonton tv bersama, tertawa bersama dan kadang bisa nangis juga lho, kadang saya yang gengsi ini sering ngeledek ibu saya yang matanya memerah, padahal saya juga terkadang menangis, kami memang bukan seperti ibu dan anak, melainkan kakak perempuan dan adik lakinya.
kadang dia selalu ngatain saya yang seperti anak kecil, “itu kamar beresin, lu udah gede juga”, tapi yah, namanya anak laki laki, emoh disuruh beresin kamar, dan selalu terima jadi dan beres saja setiap pulang kerja, heehe. setiap hari beliau ngomelin saya, sepertinya saya selalu dianggap anak kecil, padahal udah 30 tahun ni, tapi tetap aja.
kadang malah kita sering rebutan remote control untuk melihat channel kegemarannya.
dari saya SD, saya sering merasa bahwa ibu saya terlalu pelit, masak ngasih uang jajan cuman 1000 perak?
sampai sekarang saya sudah kerja, gantian saya yang ngasih uang jajan ke ibu saya, bukti kedewasaan saya yang sudah bisa belajar menjadi kepala rumah tangga, namun jadi kepala rumah tangga ternyata tidak mudah, mesti bertanggung jawab atas segala keputusan yang dibuat, membereskan masalah masalah kecil dengan peralatan dirumah, nyapu halaman depan, dll.
setiap manusia punya waktunya sendiri sendiri dan waktu yang dijalani itu pararel dan berjalan lurus kedepan, kadang kita hanya bisa berjalan dan berandai agar masa lalu bisa kembali. namun, waktu tetaplah waktu dan dia tidak akan pernah kembali, yah., saya hanya menggunakan waktu saya yang pendek ini didunia bersama dengan keluarga saya.
Tak terasa langkah kaki saya menyusuri Cordillera st, Quezon city, ditengah terik matahari di Manila ini, kaki saya seakan melangkah tanpa beban dihati,
Jalan jalan kali ini rupanya membuat saya melihat secara langsung keadaan di ibukota Fillipina ini, entah takdir apa yang membawa saya sampai ke sini, hati seakan mengetuk dan mendorong saya mencari tahu tentang apa saja yang bisa saya pelajari disini.
Disalah satu distrik Metro Manila, saya seakan melihat Manila dari dekat, keadaan warganya, kekumuhan kota dan terlihat kenyataan yang selama ini disamarkan oleh pembangunan besar besaran pemerintahan Gloria Macapagal Arroyo.
Makati dan Quezon City memang seperti langit dan bumi, keduanya merupakan distrik di Metro Manila, Makati merupakan jantung dari bisnis kota Manila dengan adanya gedung gedung besar menjulang seakan sombong menantang langit serta kebersihan dan keteraturan tempatnya, seperti kawasan Sudirman, Jakarta Pusat. Sedangkan Quezon City bisa dibilang kebalikannya, kekumuhan daerahnya seakan membuat kita bertanya Tanya, dimana sebenarnya pembangunan di kota ini, memang di daerah downtown Quezon City ini disamping kiri kanan saya banyak sampah bertebaran, memang tidak semuanya sih, tetapi raut muka orang orang disini berbeda dengan yang saya biasa temui di Makati, disini lebih keras dan seakan menunjukkan masalah pada kehidupan mereka, beberapa orang berteriak teriak dalam bahasa Tagalog dijalan, agak keras memang suaranya, mungkin sedang pening dengan permasalahan yang terajadi di kehidupan mereka, tangis anak kecil, angin dan debu yang panas membuat suasana hati juga menjadi panas.
Matahari di bulan Oktober memang agak menyengat, panas dikepala juga kadang panas dihati,namun dibalik itu, ada suasana meriah yang rata rata ditemui disini
yah, 3 bulan menjelang Desember yang dimulai dari bulan Oktober ini, memang suasana natal disini sangat kental, disetiap mall (Manila memang kota yang penuh dengan Mall , terhitung ada sekitar puluhan lebih hanya di kota Metro Manila ini) di setiap tempat tinggal, pernak pernik natal menghiasi, berbeda dengan Indonesia yang kemeriahannya hanya ada di bulan Desember saja, disini seakan terpengaruh dengan budaya Amerika yang mungkin agak kebablasan, terlalu Amerika sepertinya.
saya berjalan sendirian menuju ke arah jalan besar, dari kejauhan tempat logo yang paling dikenal diseluruh dunia, McDonalds, perut saya yang lapar membuat saya memilih untuk makan siang direstoran ini, selesai mengantri dan memesan beef burger saya naik dan duduk di lantai atas dan (sialnya) saya kebagian tempat duduk dekat toilet karena benar benar ramai orang yang makan siang disana, sambil mengunyah saya melihat banyak murid murid akademi disana,
Selesai makan saya mencoba mengambil kertas yang tadi diberikan oleh teman dari yayasan Tzu Chi Filipina, tertera alamat yang saya cari, Bahay Tsinoy (secara harfiah berarti rumah Chinese-Filipino) yang beralamat di komplek Intramuros bekas benteng yang dulu menjadi perlawanan penjajahan Spanyol di Manila, tepatnya di Kaisa-Angelo King Heritage Center, Anda corner Cabildo Streets Intramuros, 1002 Manila, Philippines
langsung saya memanggil Taxi untuk meluncur kelokasi, oh ya, tips untuk teman teman yang akan berangkat ke Manila, bila berurusan dengan tukang taxi disana harus sedikit tegas, dan tanyakan bisakah sampai dalam waktu yang cepat?, rata rata supir Taxi disana tidak sungkan untuk meminta tambahan biaya, anda bisa tolak dan bisa mencari yang lain, mesti sedikit tegas.
Dari informasi yang saya dapatkan, rata rata ongkos taxi paling mahal bisa mencapai 150 Peso dari Quezon City menuju ke Intramuros, untungnya saya bertemu dengan seorang supir yang baik, namanya Alfundo Garlindes, di usianya yang ke 68 tahun itu ramah dan sering bertanya macam macam tentang Indonesia, awalnya dia menyangka saya adalah orang Korea, karena banyaknya investasi Korea dan Jepang di Phillipina tapi dengan lugas saya menolak anggapannya itu karena orang Korea dianggap kaya kaya,
daripada saya diketok untuk biaya argo taxi mending saya tolak saja anggapan itu, lalu dengan iseng saya memperkenalkan diri sebagai seorang wartawan (yah, kita bisa melakukan apa saja dinegara asing, selama positif.. kenapa tidak? He2)
Dengan pulpen dan buku layaknya wartawan bodrek, saya bertanya tentang bagaimana dia menjalani hidup, ternyata dia adalah pensiunan yang mendapat uang pensiun dari pemerintah sekitar 3000 Peso, jumlah yang kurang menurut saya, ditengah kondisi krisis seperti ini, ditengah tengah ancaman naiknya barang barang seperti bahan pokok yang diimpor dari luar negeri dengan terpaksa kakek 3 cucu ini bekerja sebagai supir taxi,
Mobil Toyota tahun 90 an yang rupanya masih bisa berjalan walau agak pelan, dalam sehari penghasilannya bisa mencapai sekitar 2500 an lebih peso, (setara hampir 700 ribu rupiah) belum dipotong biaya sewa selama sehari sebanyak 1500 Peso, ini pun tergantung dengan perusahaan Taxi yang dikendarai dan juga tergantung penumpang, kalau ramai pernah ia mendapat 3700 Peso, tapi tetap saja, karena ia harus menanggung biaya listrik, air dan biaya hidup lainnya.
Ditiap tempat di Manila, selalu ada banyak angkutan Taxi yang lewat, dan disetiap bagasi disana selalu ditulis, How’s I’m Driving? Lalu ada No telp disebelahnya.
Rupanya banyak sekali supir taxi yang ugal ugalan disana sehingga perlu bagi penumpangnya untuk mengadu kepada perusahaan taxi yang bersangkutan, untunglah bapak tua ini tidak ugal ugalan dalam menyetir taxi, dan dia juga salah satu supir taxi yang taat berlalu lintas,
Bahay Tsinoy.
Bahay Tsinoy
setelah menempuh perjalanan selama 1 jam dan membayar 140 Peso plus tips 30 Peso untuk supir Taxi itu, akhirnya saya sampai di Gedung Angelo King Heritage Center. sambil berjalan masuk dengan meminum Gatorade kegemaran saya, seorang satpam bertanya kepada saya dengan bahasa Tagalog, yang tentu saja saya sambut dengan tatapan bingung, akhirnya satpam ini bertanya dalam bahasa Inggris kepada saya tentang maksud saya berkunjung kesana, “i’m a Student” jawab saya sekenanya, hanya untuk mendapatkan harga tiket masuk 60 peso yang kalau dirupiahkan sekitar 12 ribuan, dibandingkan dengan 100 peso untuk harga tiket masuk pengunjung biasa,
“I,m from Indonesia, and i,m interested in Chinese life in Phillipines” terang saya kepada satpam yang disini disebut Security guard itu, yang langsung menuntun saya kedalam untuk bertemu dengan pengurus didalam.
suasana sepi menyelimuti didalam museum ini, yang saya lihat , ada tangga di depan pintu masuk museum yang langsung menuntun ke lantai atas,
“what can i do for u, sir?” (sebutan sir atau madam seringkali dipergunakan untuk formalitas)
“oh yes, can i find some information from this museum, because i’m a student from Indonesia and i am doing some research about Chinese in the Phillipines”
“ok, will u please fill this form?” katanya sambil menunjuk buku tamu di meja kecil didepan pintu masuk museum
Prosedurnya tidak berbelit belit, hanya bayar 60 Peso dan Thats It!!!! … disinilah saya. masuk di lantai pertama museum ini
Pertama kali masuk yang saya rasakan adalah suasananya yang agak agak angker, maklum sepertinya tidak banyak orang yang datang kemari.
ruang pertama hanya beberapa diorama pada masa awal awal sejarah masuknya suku Tionghoa ke Filipina dari Suku yang berasal dari Tiongkok Selatan yang berlayar sampai ke Filipina, beberapa bukti seperti sarkofagus atau kebiasaan mereka yang bertani dengan menggunakan sistim pertanian terasering. hubungan Tiongkok dan Filipina sudah jauh ada sebelum kedatangan Maggelan dari Spanyol dibuktikan pada adanya perdagangan Tiongkok dengan Filipina di Filipina bagian Utara sampai Selatan, sistim perdagangan waktu itu adalah barter, bukti hubungan antara Tiongkok dan Filipina ini semakin dieratkan dengan kunjungan Sultan dari Sulu, Paduka Batara ke Beijing pada tahun 1417 untuk memberikan upeti kepada Kaisar Yung Lo dari dinasti Ching.
sambil saya membaca beberapa keterangan diorama, saya melihat tanda dilarang memotret… yah… tapi tetap.. namanya orang Indonesia.. saya agak bandel dalam soal ini, hehehe
selanjutnya saya tertarik dengan diorama peperangan di sudut belakang ruangan pertama, ada beberapa adegan dimana penjajah spanyol sedang berperang dengan pejuang kemerdekaan Filipina
seperti Indonesia, Penjajah Spanyol mempergunakan orang orang Tionghoa sebagai tulang punggung perekonomian mereka,lama kelamaan mereka semakin maju dan dianggap oleh penjajah Spanyol sebagai ancaman, jaman itu golongan pedagang atau golongan menengah disebut juga dengan Mestizo, kebanyakan dari kaum Tionghoa pendatang mengandalkan toko kelontong yang disebut juga dengan Sari Sari,
kebanyakan dari mereka tinggal di wilayah Binondo yang sekarang dikenal dengan wilayah China Town di Manila, bahkan sebelum kedatangan penjajah Spanyol pada tahun 1571 Binondo merupakan daerah perdagangan antara orang Tionghoa totok dan penduduk setempat, baru pada tahun 1594 daerah ini dibuat oleh Gubernur berdarah Spanyol Luis Perez Dasmarinas khusus untuk orang Tionghoa yang sudah menjadi Katolik, akhirnya daerah ini menjadi kawasan relokasi perdagangan bagi kaum Tionghoa Mestizo atau golongan menengah,
daerah ini mengalami kemajuan dalam segi ekonomi dan keagamaan terutama dari agama Katholik ordo Dominican, dan menjadi daerah status quo ketika terjadi pemberontakan orang Tionghoa pada tahun 1603 yang mengakibatkan pembantaian sekitar 20 ribu orang Tionghoa totok yang menolak masuk Katholik oleh gubernur Luis Perez Dasmarinas. Sama seperti kawasan Petak sembilan dan Glodok di Jayakarta pada waktu itu, pemerintah Spanyol merasa ada kepentingan untuk membiarkan orang orang Tionghoa menjalankan perdagangan yang dirasa sangat penting bagi perekonomiannya, rupanya sejak dahulu dibelahan dunia manapun, orang Tionghoa dikenal dengan bakat Dagangnya.
Dahulu Binondo yang terletak di seberang sungai Pasig merupakan pusat dari Perdagangan dan keuangan dan menjadi tempat kelahiran dari orang suci pertama dari Filipina yang bergelar Santo yakni Santo Lorenzo Luis yang juga merupakan Mestizo de sangley yakni orang berdarah Tionghoa Katholik yang berasal dari golongan pedagang.
Setelah perang dunia ke 2, pusat perdagangan dan bisnis dipindahkan dari Binondo ke Makati yang dimonopoli oleh tuan tanah yang bermarga Ayala, dan sampai sekarang banyak gedung gedung tua dan gereja yang menjadi saksi sejarah perkembangan Binondo.
pergerakan Tionghoa di Filipina berjalan dan mempengaruhi budaya Filipina ddengan berbagai aspek dan perjuangan melalui kesustraan yang dimotori oleh pahlawan nasional Filipina Jose Rizal dengan bukunya yang berjudul Noli Me Tangere, buku yang ditulis dalam bahasa Spanyol ini menceritakan tentang kebobrokan pemerintahan penjajah Spanyol. di refleksikan sebagai orang yang penuh kemunafikan yang bernama Damaso, seorang pastor Katholik yang ternyata memanfaatkan kedudukannya untuk kepentingannya sendiri (artikel mendalam tentang novel ini akan saya tulis berikutnya)
Jose Rizal sempat dipanggil oleh Gubernur Jenderal Terrero ke Istana Malacanang karena Novelnya yang subversif ini akhirnya di fitnah oleh pemerintahan pendudukan Spanyol di Filipina untuk kesalahan “menyulut pemberontakan terhadap pemerintahan Spanyol” akhirnya dihukum mati di depan regu tembak pada tanggal 30 Desember 1896 pada usianya yang relatif muda, yaitu 35 Tahun.
Selain itu, banyak perlawanan yang dilakukan Tionghoa Filipina yang juga disebut Tsinoy (Chinese Filipina) ini dicatat sebagai bagian dari perjuangan bersenjata dan non senjata, bahwa golongan Tionghoa disana juga turut andil dalam kemerdekaan Filipina semasa masa penjajahan, baik Spanyol dan Amerika.
Apakah anda tahu bahwa Emilio Aguinaldo adalah presiden pertama Filipina yang berdarah Tionghoa dan Jose Ignacio Paua sang jenderal adalah pelopor perjuangan kemerdekaan di Filipina?
Dan apakah anda juga tahu bahwa Kardinal Sin dan Corazon Aquino serta sang biduan Jose Mari Chan adalah seorang yang mempunyai darah Tionghoa juga?
Melihat lihat Mural atau tembok yang menghiasi lantai ke 2 dan ke 3 di Musium ini menggambarkan banyak sekali peninggalan dan pengaruh Tionghoa di Filipina, termasuk pahlawan di Chinatown ,Binondo . yaitu Pemadam kebakaran, yah benar. Masa itu pemadam kebakaran merupakan profesi yang berpengaruh besar kepada komunitasnya, maka dari itu banyak sekali pemadam kebakaran yang menjadi seorang pahlawan dan diabadikan di musium Bahay Tsinoy..
Kalau saya ceritakan, mungkin satu halaman penuh tidak akan habis membahas perjuangan dan kontribusi Tionghoa di Filipina atau Tsinoy.. buat mereka tidak ada mainland way of thinking, yang ada hanya bagaimana berjuang demi Filipina , tanah air mereka
saya meninggalkan Musium Bahay Tsinoy ini dengan perasaan kagum, dan berharap suatu hari nanti saya bisa kembali kesana, berdiskusi dengan Kardinal Sin, berbincang akrab dengan Jose Rizal dalam imajinasi saya untuk mendapatkan inspirasi tentang apa yang harus dilakukan oleh Tionghoa di Indonesia, andai mereka masih hidup, mungkin semangat kebangsaan mereka patut kita contoh, semangat Tionghoa Indonesia untuk Pemerintahan yang bersih, jujur dan adil, mimpi saya yang minoritas ini semoga bisa diwujudkan…
ngapain juga diteropong..beli aja DVDnya di glodok atau cari di website…gak usah pake peraturan2 segala lah..emangnya negara bapak moyang luh? sekarang mah akses banyak , lu buat peraturan juga buat apa? belum juga ada komplenan dari daerah daerah yang memang sudah kebudayaannya begitu, keindahan kok ditutup tutupi? pikiran lu aja yang ngeres.
gak usahlah pake peraturan2 gitu, yang buat peraturan juga pasti doyan.. cuman gak ditongolin aja tuh minatnya, bini juga pasti lebih dari satu..
gitu aja kok refhot? …..
^
guyonan seorang kawan yang sewot dengan peraturan peraturan pemerintah tak ber”otak” disaat makan malam bersama.
“Lu Urusin tuh mesin cuci, gua gak bisa pake” Ketus si mami pagi pagi, membangunkan saya dari mimpi indah dapet duit kemarin.
“iyee, iyee” Jawabku sekenanya sambil beringsut-ingsut bangun walau ada perasaan tak rela.
Jam sudah menunjukkan pukul 06.30 Pagi, kepala saya masih pening dan ditambah penyakit bawel si mami yang kumat setiap pagi, menambah derita anak laki laki bungsu yang tinggal bersama single parents nya, sudah sekitar 30 tahun saya mengalami hal yang sama tiap pagi, dari disuruh nyapu halaman sampai dipercik air segayung. duh.. , iseng iseng saya menanyakan hal yang sama kepada teman saya yang juga tinggal bersama orangtuanya yang single parents.. hal yang sama juga saya dapatkan, bahkan saya merasa lebih beruntung karena dia pernah dibangunkan dengan disiram segayung air.. kalau saya masih dipercik.. hehe
hari ini memang istimewa, bukan karena omelannya yang istimewa, tetapi karena ada benda yang istimewa dirumah.. hmmm, apa itu?…. Sudah 2 hari ini saya membeli mesin cuci untuk membantu si ibu ibu ini mencuci baju..
Urusan mencuci cuci ini memang sudah kami kerjakan lama, dari banjir besar yang melanda Jakarta memaksa saya dan Si emak mencuci seluruh rumah yang terkena lumpur, dan itu hanya kami berdua yang mengerjakannya. sampai sampai tangan saya dan si mami menjadi kasar karenanya,
nah, ada sedikit friksi friksi yang terjadi ketika si mesin cuci datang, mesin cuci merk S!@#$ (gua gak mau ada iklan disini.. hehe) ini memang automatic, dari cuci, bilas 3 kali, digoyang goyang yang sampe kering ini memang merupakan mesin dahsyat yang saya idam idamkan. namun tetap saja, kedahsyatan mesin cuci ini tidak meluluhkan hati si emak ini..
“gua udah nyuciin baju lu dari lu bayi tau ngga” ketusnya sambil melotot,
“yah, ma, ini udah tahun 2008, masak mau cuci baju pake tangan mulu” protesku, padahal yang beli siapa .. yang marah siapa… aneh juga .pikirku..
“engga, gak perlu, gua masih kuat,masih bisa jalan ke pasar, masih bisa masakin lu, apalagi cuciin baju elu” katanya sewot seakan tidak menerima keadaan….
“aduh…pusing dah..”
hari pertama… si kotak ajaib itu masih tetap ditempatnya, tidak dibuka dan tidak di operasikan, kerjaan yang membuat saya pulang malam membuat badan malas ini hanya betah diperaduan sambil ngorok ria..
hari kedua… saya mulai berpikir, kok sayang yah ditinggalin gitu aja, saya coba buka dan memasang plat plastik dibawah untuk menutupi mesin dibawahnya, sambil memasang pipa air ke mesin cuci..
“ngapain lu? biarin aja disana” suara si emak mengagetkan saya..
“ini udah beli juga, didiemin terus, ngapain dibeli kalau ndak dipake.. ini nih ma, mesin otomatis.. bisa cuci, bilas terus keringin, gak usah pusing nunggu matahari..”
“an, ngapain lu salahin matahari? orang dulu nyuci pake matahari buat keringin, kerja , olahraga biar sehat panjang umur.. ngapain pake mesin cuci, lihat nih emak lu, umur 60 an masih sehat”
“iya tau..” jawab saya sambil ngedumel dalam hati..
akhirnya…. selesai juga
“yak. selesai… finish.. mane baju kotor?”
“udah gua cuci…” kata si emak sambil ngeloyor turun, nonton sinetron Taiwan kegemarannya..
“yah, ngapain juga gua pasang cape cape?” dengan sebel saya ngedumel ngomel ngomel sambil pasang muka cemberut.
hari ke 3… dengan sengaja saya kumpulkan baju kotor untuk dicuci, saya masukkan ke mesin cuci sambil pasang kuda kuda… hiattt… (eh, enggak ding biasa aja kok.. hehe) masukin deterjen.. tekan satu tombol .. ting…. langsung bekerja..
sambil melihat mesin cuci, saya merasa kok ada yang ngintip dibelakang ya.. bener juga, ternyata si emak udah ada dibelakang melihat dengan penuh rasa keingintahuan.
“mau pake juga??” kata saya menggoda
“kaga, gua cuman mau ambil cucian yang udah kering” kata si emak sambil ngeloyor
“duh, masih aja keras kepala” pikirku.
setengah jam berlalu, akhirnya cucian sudah dicuci dan kering,
“lumayan juga langsung dijemur saja gak perlu peras segala”, pikirku
setelah 2 hari saya pamer mesin cuci walau tidak dibayar oleh perusahaan yang membuatnya, saya berhasil juga membuat si emak merasa ingin tahu dan bertanya ini itu.
“ini tombol apa nih?”
“oh, ini tombol buat cuci, tinggal pencet aja langsung otomatis cuci sampe bersih, asal airnya cukup tuh”
“oh, ini kok airnya pelan sekali turunnya?”
“yah, ini karena tekanan airnya kecil, jadi pelan”
“kalau gitu, disiram air biar banyak aja kalau mau cepat”
duh, saya sih tidak pernah baca buku panduannya.. kalau disiram air sekaligus seember bisa rusak gak ini mesin cuci ya? padahal baru beli masak langsung masuk bengkel
setelah saya coba, akhirnya bisa juga dan mesin berjalan sesuai dengan rencana awal
“udah ngerti belum? jadi kalau mau nyuci, pencet tombol ini aja”
“iya ngerti.. “
“ya udah, jangan cuci pake tangan lagi ya”
“………….”
ampun, saya dicuekin sama si emak, gara gara si mesin cuci juga.. ya udah, akhirnya lega juga saya, bisa mengajari mama saya tentang cara mengoperasi mesin cuci
keesokan harinya,
“ma, gimana itu mesin cuci? enak dipakenya?”
“gak tau, gua cuci baju pake tangan aja, malas pake mesin cuci”
GUBRAKK……
dan sampe sekarang itu mesin cuci gak dipake… capedeee
Babi Buta yang Ingin terbang adalah Film yang menceritakan tentang gambaran komunitas Tionghoa di Indonesia yang di wakili oleh beberapa tokoh didalamnya,
dalam film yang berdurasi 77 menit ini menyampaikan mosaik dan gambaran dari 8 karakter dan cerita bagaimana menjadi seorang “Keturunan Tionghoa di Indonesia”
film ini diSutradarai oleh Edwin , dan Pemainnya adalah :
Ladya Cheryl, Pong Harjatmo, Andhara Erly, Joko Anwar, dan Carlo Genta
Film ini masuk Screening di beberapa festival Internasional, seperti Festival Film internasional ke 13 di Pusan, bulan Oktober kemarin
untuk detilnya bisa dilihat disini : http://babibutafilm .com/blog/
Linda dan Cahyono adalah teman dari SD, Linda adalah seorang Tionghoa dan Cahyono adalah seorang Menado, raut wajah Cahyono yang mirip dengan Tionghoa membuat dia sering diolok olok oleh teman temannya. akhirnya orangtua Cahyono membuatnya pindah kesekolah lain karena ia bergaul dengan Linda
Halim adalah seorang dokter gigi yang ingin meninggalkan Ketionghoaanya dengan membuat matanya menjadi lebar, ia selalu memakai kacamata hitam untuk menyembunyikan matanya, sedangkah Verawati adalah Atlet Bulutangkis yang membela Indonesia, namun akhirnya dilematis karena ia dipertanyakan ke Indonesiaanya.
Salma adalah Perawat yang menemani Halim, yang berambisi menjadi seorang penyanyi, mereka berdua selingkuh dan membuat Halim masuk Islam dan kawin lagi dengan Salma
Romi adalah seorang TNI yang mempunyai “sesuatu” dengan Yahya, seorang pengusaha, mereka membantu Salma mencapai Mimpinya dengan imbalan tertentu..
Film dibuka dengan Pertandingan Bulutangkis antara Indonesia melawan China, Pertandingan begitu seru sehingga antiklimaksnya di ucapkan oleh seorang bocah yang berkata… “yang Indonesianya yang mana ma?” sebuah pertanyaan yang amat kritis, karena kebanyakan orang melihat Verawati itu tak berbeda dengan Atlit dari China Daratan.. sebuah pertanyaan yang mempertanyakan nasionalisme orang Tionghoa Indonesia.
Setiap Frame demi Frame ditata dengan penuh arti, mungkin buat orang biasa, mereka hanya melihat kaidah Frame dari keindahan komposisi dan efek belaka, namun butuh konsentrasi ekstra untuk mencerna apa yang sebenarnya mau disampaikan oleh si pembuat Film bahwa setiap Frame mempunyai arti tersendiri.
seperti Halim, yang diFilm hanya bernyanyi “I just called to say I love u” sepanjang Film hanya lagu itu yang dinyanyikan oleh pemainnya, tapi kalau kita lihat liriknya menyembunyikan arti yang mendalam :
I JUST CALLED TO SAY I LOVE YOU (Stevie Wonder)
No New Years Day to celebrate,
No chocolate covered candy hearts to give away,
No first of spring, no song to sing,
In fact, here’s just another ordinary day.
Chorus:
I just called to say I love you
I just called to say how much I care
I just called to say I love you,
And I mean it from the bottom of my heart.
No April rain, no flowers’ bloom,
No wedding Saturday within the month of June.
But what it is is something true
Made up of these three words that I must say to you.
No summer’s high, no warm July,
No harvest moon to light one tender August night,
No autumn breeze, no falling leaves,
Not even time for birds to fly to southern skies.
No Libra sun, no Hallowe’en,
No giving thanks for all the Christmas joy you bring,
But what it is, tho’ old, so new,
To fill your heart like no three words could ever do.
Memang tidak ada yang istimewa dari lagu ini, bahkan menonjolkan kepesimisan, namun ditengah pesimisme, ada ungkapan Cinta dari seorang Tionghoa kepada Indonesia, walau apapun yang terjadi, tetap saja didalam hati ini mempunyai semangat dan Cinta yang sangat besar kepada negara ini.
terutama ada lirik ini dibuat karaokenya yang berlatar belakang kerusuhan Mei 1998, seakan mengatakan bahwa.. hei kami lahir dan hidup disini, bernafas dan bekerja membanting tulang demi negara ini, mengapa kami diperlakukan demikian… ah tak apa, kami tetap cinta Indonesia..
ketika Halim yang menyanyikan lagu ini kepada Salma, yang buat saya merepresetatifkan Indonesia, Halim menjadi Muslim bukan hanya untuk menikahi Salma, namun juga menjadi muslim disini supaya bisa menjadi Indonesia dengan meninggalkan Identitas Diri, Nampaknya ini adalah Opsi satu satunya untuk Halim, dan ketika Keindonesiaan seorang Tionghoa dipertanyakan, apakah yang dilakukan? apakah mempertahankan identitas atau meleburkan diri kedalam Indonesia? Disini Halim memilih untuk menjadi Muslim untuk menjadi Indonesia..
Frame demi Frame benar benar bermakna, dari Halim yang berbicara kepada Verawati tentang keinginannya untuk masuk Islam dan Kawin lagi, namun Verawati hanya terdiam dalam kesendiriannya, karakter Verawati sepertinya dibuat pasrah dan terdiam selalu dalam kesendiriannya, tak banyak adegan Verawati disini kecuali ketika dia membuat pangsit yang menurut saya representatif seorang Tionghoa yang hanya menjalani kehidupan sehari hari baik dengan berdagang maupun berjuang demi negara secara diam diam..
Si Filmmaker juga menganalogikan secara satir karakter Romi dan Yahya, Romi yang dimainkan oleh Joko Anwar begitu hidup, sehingga membuat keintiman antara Tentara dan Pengusaha yang diibaratkan sebagai sepasang Gay yang begitu mesra, sehingga ada satu kalimat yang diucapkan oleh Romi kepada yahya yang membuat saya agak “mual” , “kenapa kamu takut masuk kedalam diriku? kenapa kamu bilang kamu takut harga diriku hilang?” ” i just want to feel you inside me”
mungkin kalau orang awam yang mendengar dialog ini seakan mendengar dialog dua orang Homo, tetapi buat saya ini adalah kalimat yang mewakili “kemesraan” pengusaha dan militer dahulu, ketika dwifungsi ABRI belum dihapuskan, siapapun tahu kolusi yang diwakili oleh mereka..
dan kolusi itu semakin menjadi ketika Halim yang meminta Romi bisa menggunakan kekuasaanya agar Salma bisa mengikuti kontes Nyanyi, tetapi Romi tidak serta merta melakukan ini secara gratis, namun ada imbalannya,
yaitu Romi dan Yahya bisa “memerkosa” Harga diri Halim yang di adegannya dilakukan secara Vulgar..
Sampai pada satu ketika, peristiwa Mei 1998 terjadi, dan mereka berkumpul, namun hanya Halim dan keluarganya saja yang mengepak koper mencari keselamatan diri, kenapa? karena peristiwa ini berpengaruh memang pada semua pihak, tetapi hanya golongan menengah dan bawah Tionghoa saja yang paling parah terkena dampaknya.
Semua Plot dibuat sedemikian rupa menarik sehingga menyerupai kaleidoskop kehidupan Tionghoa di Indonesia sebelum dan sesudah peristiwa Mei 1998, dan seperti apa permasalahan yang dihadapi oleh kaum muda Tionghoa yang di perankan oleh Linda
Linda disini mempunyai kegemaran memakan petasan, petasan bagi budaya Tionghoa digunakan untuk mengusir Setan, Setan didalam film ini bisa saya gambarkan sebagai Identitas diri Kaum muda Tionghoa yang malu mengakui bahwa dia adalah Tionghoa. sampai Linda kecil yang terpaksa harus memanggil Kung Kung nya dengan sebutan Opa, sebuah cara untuk meninggalkan Identitas dan Budaya Tionghoa dalam kehidupan mereka,
Cahyono merupakan seorang yang mirip dengan Tionghoa, karakternya yang Manado menjadikannya sering diejek dan dipukuli oleh anak anak Pribumi, sehingga Cahyono menolak untuk dikatakan sebagai Tionghoa, dia malah menyebut dirinya seorang Jepang,
Persahabatan mereka dijalin sehari hari dan mereka merupakan generasi muda Tionghoa yang menjadi saksi sejarah kelam bangsa ini. banyak identitas diri yang terpaksa atau dipaksa untuk di buang dari dalam diri mereka
Adegan ditutup dengan Seekor babi yang lepas dari ikatannya di tengah padang rumput luas, sebelumnya adegan babi ini sering dimunculkan diawal, tengah dan akhir Film ini. dimana babi ini diikat dan memberontak untuk lepas ke alam luas, pada akhirnya babi ini lepas juga dan berlari bebas, buat saya ini seperti identitas diri seorang Tionghoa yang bebas sekarang, bisa menemukan kebebasan menjadi diri sendiri.
secara teknis, mungkin masih ada beberapa kesalahan, seperti adegan waktu Cahyono yang diperankan oleh Carlo Genta menunggu Linda di Jembatan, efek lighting yang menggunakan reflektornya begitu kelihatan sehingga pantulan cahayanya tidak merata dan untuk tata suara bisa dikatakan cukup baik, mengingat mereka membuat film ini dengan bujet yang sangat terbatas, tak heran di awal pemutaran film ini Joko Anwar yang mengakui bahwa Film ini dibuat dengan hati dan tekad yang kuat, sehingga membuat malu dirinya yang manja apabila ada banyak hal secara teknis yang tidak bisa dipenuhi.
hanya ada satu lagi di Film ini yang dinyanyikan, tapi menurut saya itu sudah cukup mewakili isi dari Film ini. saya tidak tahu apakah lingkungan China Town di Semarang atau Surabaya yang bisa dijadikan background untuk film ini sudah cukup, tetapi dahulu saya pernah melihat adegan di kawasan Glodok dan toko tiga.. mungkin ada kesulitan dalam birokrasinya. . who knows?
ini adalah sebuah Film yang layak untuk ditonton bagi pencinta seni, mungkin bagi yang menyukai Film Film Hollywood dan kegemerlapannya mungkin tak akan bisa mencerna film “bergizi” ini dengan sehat, malahan mungkin bisa mengernyitkan dahi ketika melihat adegan Threesome Romi,Yahya dan Halim. sebuah adegan yang hanya bisa dimengerti oleh seorang yang mempunyai daya imajinasi tinggi dan mempunyai pengalaman kaleidoskopik yang terjadi pada 3 Generasi Tionghoa di masa modern.
jadi, Jangan nonton kalau hanya mengharapkan kegemerlapan dan efek keindahan belaka, tetapi nontonlah apabila anda ingin jadi seorang Tionghoa yang Indonesia.. nontonlah kalau mau melihat peran aktor dan aktrisnya yang total dan mengetahui Sejarah 3 jaman kelam yang kesalahannya hanya bisa kita rubah saat ini demi generasi kedepan.
Resensi ini ditulis dengan pendapat saya pribadi, mohon maaf apabila ada yang kurang berkenan.
Terima kasih
Sedikit pencerahan dari neraka Chimera
visit my blog : www.versalino. wordpress. com
Dear All Humanitarians, pekerja media dan penggiat sosial DAAI TV
Tak terasa sudah hampir 3 Tahun kita berdiri, suka duka dan tawa telah lama ada di sisi dan hati kita,
Dari pertama Humanitarian berdiri, Saya tak menyangka sampai saat ini bahwa Humanitarian bisa memberikan kontribusi yang lebih kepada DAAI TV saat ini, baik dari liputannya dan dari hati orang orangnya.
Ketika pertama kali Humanitarian didirikan, konsepnya hanyalah 3 in 1 yang memproduksi film film permintaan yayasan, saat itu hanyalah Saya, Widodo, Paulus, Nisa, Surya dan Om Willy yang ada, kami bekerja bahu membahu membuat Film Documentary dan Film presentasi untuk yayasan, pada mulanya sangatlah kering, karena saat itu kami belum bisa memberikan sesuatu yang berarti kepada DAAI TV
Dan kami sempat berpikir bahwa kami ini hanyalah divisi 3 in 1 yang hanya berafiliasi kepada yayasan, tetapi ternyata pemikiran ini adalah salah
Tak sampai 2 tahun , Humanitarian kedatangan orang orang yang memberikan warna didalamnya, ada Aldy, Berna, Achiru, Atmojo, Yanuar, Megi, Maria, Maya, Puguh, Jennifer, Adi Jogja dan Maya. Tak ketinggalan saat ini juga ada Agnes, Sandy, Samsul dan Wiwi, tak ketinggalan teman yang telah turut memberikan warna seperti Ferdi dan Sita,
Lalu program demi program berdiri, seperti Jurnal DAAI dan DAAI Inspirasi yang telah memberikan warna bagi televisi kita, kedepan akan ada lagi program program yang meluncur dari Humanitarian, itu pasti
saya masih ingat cerita anak di Cikaengan, yang mesti menyeberang sungai untuk sekolah, sebuah kisah semangat yang mengharukan dan ternyata solusi dari permasalahan mereka salah satunya adalah andil dari para kru Humanitarian juga, mereka mengumpulkan dana untuk membelikan perahu karet bagi anak anak tersebut sampai akhirnya berita ini masuk ke Yayasan Buddha Tzu Chi Bandung dan anak anak tersebut bisa menyeberang sungai dengan menggunakan jembatan yang kuat, saya tidak mengecilkan peran dari Teman teman lain di DAAI TV melainkan ini adalah sebuah penjelasan bahwa ini adalah pencapaian tertinggi dari seorang jurnalis seperti yang dikatakan oleh Edward R. Murrow (1908 – 1965) yang menjadi produser dalam acaranya See it Now bahwa peran media bisa memberikan pengajaran, dan memberikan inspirasi dari permasalahan manusia tetapi hanya manusialah yang mengakhiri dan memberikan solusi kepada permasalahan tersebut.
Ketika kita bermimpi dan menjadi seorang pekerja media dan kita diberikan keberuntungan untuk bisa berjalan, mengamati dan menghirup udara kenyamanan, kita juga dituntut untuk tidak pernah melupakan mereka yang masih belum menghirup udara kebebasan, tercekik dalam permasalahan hidup dan berusaha mencari jalan keluar sendiri dari permasalahan mereka itu, kita dituntut secara moral untuk memberikan jalan keluar bagi permasalahan mereka.
Master Cheng Yen mengatakan bahwa salah satu tujuan didirikan DAAI TV adalah bisa memberikan solusi bagi masyarakat dan juga yang penting adalah untuk sosok peliput itu sendiri, apakah dia sudah terinspirasi dan terbangkitkan hatinya, karena ada sedikit yang hilang dari nilai sebuah peliputan kalau si peliput itu sendiri tidak terbangkitkan hatinya.
Saya sangat berharap dari Humanitarian ini bisa memberikan kontribusi yang lebih lagi kepada masyarakat, banyak diluar sana sekolah sekolah bobrok yang menunggu untuk dibangun, memberikan harapan bagi anak anak sekolahnya, juga ada seorang ibu yang bergelut dengan kesakitan padahal ia harus memberikan makan kepada anak anaknya, atau seorang bapak yang menghadapi ancaman kecacatan karena kecelakaan tetapi ia harus menghidupi keluarga dan anak anak yatim yang disantuninya, masih banyak diluar sana yang harus kita Bantu..
Tuhan memberikan kita kesempatan untuk menjadi mata bagi sesama yang membutuhkan dan alangkah berdosanya kita kalau kita tidak menggunakan mata itu dan selanjutnya menggunakan tangan kita dan orang orang banyak untuk membantu mengangkat orang orang yang masih belum beruntung. Tak berhenti dari sana saja, juga memberikan kail kepada mereka supaya bisa mandiri.
Terima kasih buat semua, dan selalu ingat Visi dan Misi kita, ingat bahwa didalam Masyarakat banyak sekali kisah yang bisa selalu diangkat dan cerita cerita dari kasus kasus di Tzu Chi bisa juga diangkat, karena itu adalah inti dari DAAI TV dan ingat hati nurani kita untuk selalu berbelas kasih dan memberi bagi
Sesama, karena hal ini bukanlah untuk mereka saja tetapi untuk kita juga
Kalaupun jalan kita berbeda nantinya, tapi tetaplah ingat bahwa tujuan kita dimanapun adalah untuk kebaikan masyarakat itu sendiri, pertahankan idealisme kalian dimanapun kalian berada.
Selamat Idul Fitri 1429 H kepada saudara saudaraku yang merayakan
Mengambil setting di kotaNew York, sebuah robot berjalan jalan sendirian untuk mengambil sampah dan membuatnya menjadi tumpukan tumpukan kubus.
terlihat dari Bird View angle, sebuah kota yang kering, penuh dengan tumpukan sampah dan kadang kadang badai angin yang mematikan selalu tiba apabila matahari sudah terbenam
inilah opening sebuah film animasi terbaru dari PIXAR yang baru premiere pada bulan Agustus di Bioskop bioskop di Indonesia inimenyihir kita semua begitu melihatnya, dengan efek dan animasi yang benar benar bagus. Film ini premiere di Amerika dan Kanada 27 juni 2008, dengan penghasilan 23,1 Juta Dollar pada hari pembukaanya, dan 63 juta dollar dalam satu minggu di 3,992 Teater,
dengan tradisi PIXAR film yang disutradarai oleh Andrew Stanton ini dibuka dengan film animasi pendek dengan judul Presto yang mengisahkan perseteruan tukang sulap dengan kelincinya karena wortel
dengan judul WALL-E(Waste Allocation Load Lifter – Earth Class) ini, PIXAR mencoba menyajikan beberapa tayangan berbeda yang menghibur serta mendidik kita untuk senantiasa bisa berpikir serius tentang permasalahan di dunia ini, terutama tentang pencemaran lingkungan
pada abad ke 22, sebuah Perusahaan konglomerasi besar dunia “Buy and Large” menguasai pelayanan ekonomi di dunia, termasuk dengan pemerintahannya, karena adanya sampah yang ditinggalkan dan tidak bisa di daur ulang, planet bumi penuh dengan sampah dan polusi sehingga tidak bisa di tinggali.
untuk mempertahankan ras manusia, Buy and Large CEO – Shelby Forthright (Fred willard) , mensponsori perpindahan besar besaran manusia ke luar angkasa dengan pesawat pesiar AXIOM,
lalu mereka membuat ratusan ribu robot kecil untuk membuang sampah dan mengumpulkannya seperti gedung pencakar langit.
namun seiring dengan berjalannya waktu, bumi semakin terpolusi dan selama 700 tahun rombongan ras manusia yang menaiki kapal pesiar AXIOM itu terpaksa tinggal di luar angkasa.
dari beberapa robot WALL-E , hanya ada satu saja robot yang tertinggal di dunia, mengingatkan saya kepada Will Smith yang bermain pada film I’m Legend, Wall-e sendirian tinggal di kota yang mirip New York dan dalam waktu berabad abad, Wall-e mempunyai keingintahuan yang sangat besar dan mengumpulkan beberapa barang barang yang dianggapnya menarik, ia juga menyimpan spare part dari beberapa rekannya yang sudah rusak untuk menggantikan spare part di tubuhnya.
Wall-ehanya ditemani “piaraanya” yaitu seekor kecoa yang kalau kita lihat seperti anjing peliharaan
setiap hari hiburan Wall-e hanyalah melihat videotape film musikal Hello, Dolly! yang diproduksi pada tahun 1969, beberapa adegan mengajarkan Wall-e tentang emosi manusia, terutama pada adegan bergandengan tangan..dan cara robot robot itu berkomunikasi sangat menarik, hanya dengan kata Eve… Wall-e dengan berbeda beda nada dan menariknya, hal ini justru membuat film ini menarik.
suatu hari, Wall-e menemukan tanaman yang tumbuh disepatu boot yang sudah tua, dan sebuah pesawat luar angkasa mendarat dan menurunkan EVE, robot feminin yang ditugaskan untuk mencari kehidupan di bumi, EVE merupakan sosok robot yang sering bersenang senang, namun bisa menjadi galak apabila ia melihat keadaan yang mencurigakan, dengan sinar laser di tangannya ia bisa menghancurkan semua benda.
Wall-e jatuh cinta dengen EVE pada pandangan pertama, namun EVE hanya perduli dengan tujuan dan order yang diberikan kepadanya, ketika ia melihat tanaman yang menjadi tujuannya datang ke bumi, EVE langsung menyimpan tanaman itu dan menjadi kapsul yang tidak aktif
Wall-e melakukan segala cara untuk melindungi badan EVE ketika ia tidak aktif, sampai pada saat EVE dijemput oleh kapal ruang angkasa yang membawanya ke AXIOM, Wall-e yang terus melindungi
EVE terbawa ke luar angkasa dan terkagum kagum dengan keadaan di luar angkasa.
AXIOM selama 700 tahun terus berorbit diluar angkasa dengan membawa manusia manusia yang mengalami kegemukan, karena jarang berolahraga dan dimanjakan dengan fasilitas fasilitas yang sering disediakan oleh robot robot yang melayani mereka, mereka tidak berjalan, hanya duduk setiap hari di kursi yang disediakan, bahkan peran ibu yang penting bagi anak yang baru lahir digantikan oleh robot
bahkan kapten kapal McCrea mendelegasikan tugasnya kepada Autopilot.
EVE memberikan temuannya kepada Kapten McCrea dan sang kapten menerima pesan wasiat bahwa apabila ada kehidupan di Bumi, maka umat manusia yang berleyeh leyeh di luar angkasa itu akan segera pulang.
sang kapten yang belum pernah pulang ke bumi selama 700 tahun, merasa sangat heran dengan adanya tanaman tersebut, lalu ia melihat keadaan bumi dari pandangan mata EVE, dan EVE melihat apa yang Wall-e lakukan ketika EVE dalam keadaan non aktif, kapten McCrea sangat kaget dengan kehancuran lingkungan bumi, segera setelah ia melihat dan mempelajari keadaan bumi, ia jatuh cinta dan langsung memutuskan untuk kembali ke bumi
konflik terjadi ketika Auto yang menggantikan kapten tidak setuju bahwa ras manusia harus kembali ke bumi, beberapa adegan lucu dan kejar kejaran terjadi antara EVE, Wall-e dan beberapa robot rusak yang didiskriminasi dengan Auto dengan perangkat pemerintahannya.
sampai pada satu saat, manusia di kapal AXIO memutuskan kembali ke bumi, “Bumi sedang membutuhkan kita, ketika terjadi sesuatu, kita harus bertanggung jawab menjaga bumi” begitulah komentar sang kapten yang karena kegemukannya mengalami kesulitan untuk berdiri.
Wall-e yang mengalami kerusakan ketika dikejar kejar oleh Auto, dibawa oleh EVE ke Bumi untuk diperbaiki, kerusakan pada memory Wall-e mengakibatkan Wall-e kehilangan ingatannya tentang apa yang dialami olehnya selama 700 tahun ini.
namun, seperti kisah kartun, selalu ada happy ending. Wall-e kembali sadar dan bisa mengingat ingat apa yang dia alami,
akhir cerita, kaum manusia kembali ke bumi dan memulihkannya sedangkan Wall-e mendapatkan angan angannya, yaitu memegang tangan EVE, sebagai tanda cinta
dalam waktu 15 menit pertama, mungkin kita tidak akan bisa mengerti apa yang terjadi didalam film ini, Wall-e hanya mengandalkan rekaman lagu lagu dan beberapa komedi Slapstic yang sudah kita temui dalam promo Wall-e seakan tidak lucu lagi. namun suasana kesepian Wall-e sangat terasa, dimana dia melihat film yang diputar terus menerus dan hanya ditemani oleh kecoa peliharaanya..
Wall-e mendapatkan energi dari matahari dan setiap kali ia aktif akan terdengar suara yang bisa kita temui kalau kita re-boot Komputer Mac.. hmm.. mungkin ini adalah sarana promosi juga oleh PIXAR yang memang dikenal tidak bisa dilepaskan oleh pendirinya dahulu Steve Jobs
menurut saya, ini adalah film yang serius, ditengah suasana dan isu Global Warming saat ini manusia diharapkan bisa mengerti dan menjaga bumi ini. seperti yang dikemukakan oleh Al Gore bahwa konsekuensi dari teknologi yang berkembang adalah kemudahan namun juga akibatnya yang sangat parah kepada lingkungan..
menurut Dr. J Floor Anthoni dalam essay yang berjudul Summary of Threats to the Environment menyatakan bahwa ancaman kepada kehidupan manusia mungkin bisa dijabarkan dengan kuantitas atau secara finansial, kenyamanan yang kita dapatkan mungkin mengorbankan banyak sumber daya, menurut data dari PBB populasi dunia bahwa populasi dunia mengalami kenaikan yang pesat, ribuan tahun dibutuhkan oleh manusia untuk mencapai populasi 1 milyar pada tahun 1804 dan hanya dalam waktu 123 tahun berlipat menjadi 2 milyar pada tahun 1927 dan pada tahun 1974 menjadi 4 milyar, sekarang ini hampir 7 milyar pada tahun 2008 dan akan meningkat tajam pada tahun tahun berikutnya .
ancaman kepada kehidupan manusia menjadi berlipat seiring dengan waktu, mulai dari kesehatan, kebutuhan air bersih, perbedaan ideologi, ketidakseimbangan sosial, polusi, perubahan cuaca, eksploitasi yang pada akhirnya akan merugikan manusia itu sendiri. perkembangan pembangunan di negara maju pada akhirnya juga akan merugikan negara berkembang, dengan kenyamanan yang mereka berikan di dunia maju bisa menimbulkan masalah lingkungan di negara dunia ketiga, masalah kekurangan pangan yang terjadi akibat kebutuhan bahan bakar yang menggunakan jagung atau ethanol juga menimbulkan krisis makanan di negara dunia ketiga.belum lagi ancaman perebutan sumber daya air bersih di negara negara kering seperti Afrika yang bisa menyebabkan pengungsian besar besaran dan perang antar negara, berapa besar kira kira dampak yang ditimbulkan? tidak hanya sampah, saya kira namun juga mundurnya revolusi manusia semenjak timbulnya abad industri.. gambar animasi yang terdapat pada 15 menit pertama film Wall-e benar benar memberikan gambaran yang mengerikan bagi umat manusia dimasa depan apabila ancaman ancaman ini tidak segera diatasi.
manusia disini diibaratkan adalah pemikiran dan robot diibaratkan adalah teknologi, seandaikan manusia dan robot bisa bersatu dan menjaga bumi ini dan kalau konsep pembangunan diarahkan untuk lebih bersahabat dengan alam mungkin permasalahan lingkungan tidak akan pernah terjadi, serta keserakahan manusia bisa diredam dan keseimbangan didalam hati manusia bisa dijaga,
apakah wajah bumi kita akan penuh dengan sampah dan polusi 20 tahun lagi dan bumi hanya ditemani oleh robot?
saya tidak berharap demikian. yang saya harapkan adalah, air sungai yang jernih, padang rumput yang hijau dan udara yang bersih untuk anak cucu saya, dan bukan untuk robot tentunya
mungkin kita masih ingat dengan komik lucu yang kerap dibaca pada tahun 1980an, seorang kurus berkacamata yang berdandan seperti encek encek culun berkacamata tanggung dengan topi aneh dikepalanya, ia juga kerap ditemani temannya yang gemuk pendek dan si ganteng tapi bodoh.
di barat namanya adalah Old Master Q ( 老夫子: Lao Fu Zi) seorang bujangan yang digambarkan lucu, kadang sial dan kadang beruntung, kartun ini pertama kali diciptakan pada tahun 1962 oleh Alphonso Wong, kartun ini pertama kali diterbitkan di beberapa suratkabar dan majalah di Hongkong dan masih berlanjut sampai sekarang
Seri yang melibatkan beberapa karakter seperti Lau Fu Zi, Ubi Besar, Tuan Chin, Tuan Chiu dan Nona Chan ini kadang menggambarkan cerita tentang status sosial, profesi dari pengemis sampai pemilik pabrik dan beberapa skenario didalam komik stripnya juga kadang menggambarkan kondisi politik saat itu bahkan sampai penampakan hantu.
didalam isi komiknya, Lao Fu Zi, Ubi besar dan Chin adalah teman baik, sedangkan tuan Chiu memainkan peran yang jahat atau antagonis, sedangkan nona Chan digambarkan sebagai cintanya Lao Fu Zi, walau kadang sering tidak sejalan dengan apa maunya si bujang lapuk ini kadang kisah mereka seperti kejadian lucu biasa, seperti halnya mr Bean dan pacarnya.
komik ini menggambarkan komedi slapstik yang kadang membuat pembacanya bisa mengerti jalan ceritanya tanpa harus mengerti bahasanya, oleh karena bahasa yang dipakai waktu itu masih dalam bahasa Mandarin maka untuk lebih mengenalkan komik ini ke masyarakat luas maka mulailah bahasa Inggris dipakai dalam beberapa serialnya
Alphonso Wong, pencipta serial ini lahir di Tianjin, China, ia mempelajari seni barat di Fu Jen Catholic University dan lulus pada tahun 1944, pada tahun 1960 ia menetap di Hongkong dimana ia bekerja sebagai art editor di majalah Hongkong Catholic, Le Feng
karirnya mulai menanjak pada tahun 1962 ketika ia menjadi pencipta komik Lao Fu Zi, bahkan komik ini menjadi karya yang berpengaruh ketika Hong Kong dikembalikan kepada RRC pada tahun 1997, komik ini menjadi jembatan dan suara opini rakyat Hong Kong ditengah tengah ancaman sensor politik pada saat itu.
Komik ini bisa bertahan lebih dari 50 tahun sampai sekarang, ditengah tengah serbuan manga (komik) Jepang, komik barat maupun komik komik Hong Kong lainnya
Alphonse Wong bisa menggambar dengan kedua tangannya, dan mempunyai 6 anak yang semuanya mewarisi keahliannya menggambar.
Alphonse Wong berimigrasi ke Amerika pada tahun 1974 dan pensiun pada tahun 1980, hak cipta komik ini dipegang oleh WangZ Inc, perusahaan yang dikelola oleh anak tertuanya Joseph Wong Chak di Taipei, Taiwan.
beberapa kritik sosial juga ditunjukkan oleh komik ini terutama seperti kemiskinan, perbedaan kelas sampai pengaruh barat yang ditunjukkan oleh masyarakat Hong Kong pada saat itu, tidak hanya itu prinsip dan kebijakan dari Timur seperti bakti kepada orangtua juga ditunjukkan pada komik ini, namun yang menjadi keistimewaannya adalah komik ini menunjukan kritik yang bersifat menghibur walau kadang satir
sudah ada sekitar 15 Film yang dikeluarkan seperti
walau demikian, ada sedikit argumentasi yang dikeluarkan oleh kartunis dari daratan Tiongkok yang menyebutkan bahwa ide Lao Fu Zi sebenarnya diciptakan oleh Peng Di (朋弟) pada tahun 1930 an, mereka mempunyai bukti bahwa kartun yang pertama kali keluar di majalah yang di terbitkan di Beijing dan Tianjin ini mempunyai karakter yang sama dan bahkan memakai pakaian yang sama dengan Lao Fu Zi
tapi apapun itu, saya sangat menikmati hasil karya seni yang sudah saya kenal selagi saya kecil ini, kalaulah para pembaca blog saya berkenan untuk mengklik http://www.oldmasterq.com/ untuk melihat beberapa komik yang menarik hati ini..
selamat membaca komik…
beberapa bahan tulisan ini saya sadur dari beberapa sumber, termasuk data data film Lao Fu Zi (Wikipedia)
hari ini hari jumat tanggal 13. kalau menurut penanggalan barat. hari ini adalah hari yang seram, hiii
katanya, monster, setan buduk, gendruwo (versi barat), atau Frankestein (si Robby) keluar juga… nah biasanya hari kek gini ne, biasanya kita mesti melipat jari telunjuk dan jari tengah, katanya sih buat good luck
Di Amsterdam ada sebuah riset yang dilakukan oleh The Dutch Centre for Insurance Statistik (Pusat Data Asuransi Belanda) menyebutkan bahwa sedikit kecelakaan, kebakaran atau perampokan terjadi pada hari Jumat pada tanggal 13 daripada hari jumat yang lain yang juga bermakna bahwa hari Jumat tanggal 13 sebenarnya adalah aman daripada hari Jumat biasa, demikianlan berita yang ditulis oleh Tineke van der Struik kepada Yahoo News.
Riset yang dilakukan pada tanggal 12 Juni 2008 ini menyebutkan juga bahwa pada 2 tahun terakhir ini, perusahaan perusahaan asuransi di Belanda menerima laporan rata rata 7,800 kecelakaan lalu lintas setiap hari jumat, tetapi rata rata kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada hari Jumat tanggal 13 adalah 7,500 kecelakaan
“Memang sulit dipercaya bahwa hal ini terjadi, mungkin hal ini terjadi karena orang orang lebih hati hati atau hanya tinggal dirumah saja pada hari Jumat tanggal 13, tetapi statistik menunjukan bahwa mengemudi sedikit lebih aman dan jauh dari resiko kecelakaan pada hari Jumat tanggal 13″ kata Alex Hoen, juru statistik CVS kepada majalah Asuransi Verzekerd
sedikit laporan kebakaran dan perampokan juga terjadi, walau begitu, nilai kerugian yang dilaporkan sedikit lebih tinggi pada hari Jumat ini..
melihat laporan ini, mungkin kita berpikir.. ternyata Friday the 13th tidak seperti yang orang lain kira.. hehe. mungkin karena terlalu berjaga jaga, jadi kemungkinan kesialan yang terjadi pada hari ini sedikit terjadi..
Recent Comments